Bisnis hotel dan restoran di Sulteng bangkit di tengah pandemi

Bisnis hotel dan restoran di Sulteng bangkit di tengah pandemi

Beberapa pengendara sepeda motor melintas di depan salah satu hotel yang terdampak tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/1/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

Pendapatan hotel dan restoran di Sulteng sebagian besar masih berasal dari instansi pemerintah
Palu (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakant bisnis hotel dan restoran di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali bangkit dari keterpurukan di tengah pandemi COVID-19.

Ketua PHRI Sulteng Fery Taula menyatakan bangkitnya bisnis hotel dan restoran di provinsi itu tidak lepas dari kembali naiknya okupansi hotel dan animo masyarakat makan di restoran.

"Triwulan I ini sudah mulai terasa, tepatnya di minggu ke tiga bulan Maret. Saya yakin memasuki bulan April atau awal triwulan II sudah kembali naik,"katanya di sela-sela kegiatan vaksinasi pekerja hotel di Kota Palu yang tergabung dalam keanggotaan PHRI Sulteng di Hotel Swiss Bell Palu, Selasa.

Ia mengatakan kembali bangkitnya bisnis hotel dan restoran di Sulteng juga disebabkan berbagai kebijakan pemerintah daerah yang melonggarkan kegiatan perekonomian di seluruh tempat usaha dengan tetap menetapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Pendapatan hotel dan restoran di Sulteng, sebagian besar masih berasal dari instansi pemerintah," katanya. 

Triwulan I pendapatan masih stagnan, tambahnya, Triwulan II sudah mulai naik karena mulai banyak instansi pemerintahan yang mengadakan kegiatan di hotel atau restoran.

Selain itu Fery mengatakan hampir seribuan pekerja hotel dan restoran juga sudah mengikuti vaksinasi COVID-19.

Dari situ ia optimis bisnis hotel dan restoran dapat bangkit dengan cepat seiring bertambah yakinnya masyarakat untuk menginap, mengadakan kegiatan dan memakai fasilitas lainnya di hotel serta restoran tanpa takut terpapar COVID-19 karena pekerjanya telah divaksin.

"Awal tahun 2020 saat COVID-19 mulai mewabah, tingkat okupansi hotel di Sulteng hanya 10 sampai 15 persen. Masuk pertengahan tahun dan akhir tahun naik hingga 70 persen. Masuk akhir tahun saat kasus COVID-19 di Sulteng utamanya di Kota Palu melonjak tajam, kembali turun 15 persen,"katanya.

Saat ini, kata Fery, tingkat okupansi hotel kembali naik hingga 70 sampai 80 persen seiring makin turunnya kasus terkonfimasi COVID-19 di Sulteng dan jumlah pasien COVID-19 yang sembuh terus bertambah banyak.


Baca juga: PHRI: Hotel dan restoran di Jateng mulai bangkit

Baca juga: Sertifikasi CHSE jadi 'angin segar' pengusaha hotel dan restoran

Baca juga: Pengelola hotel berikan paket tes antigen dongkrak tingkat kunjungan


Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar