Cianjur (ANTARA News) - Awlia Gustri Fiani alias Lia (15) pergi dari rumah orangtuanya di Kampung Pawenang, Kelurahan Muka Cianjur, Jawa Barat, dengan membawa semua foto dirinya.

Hal tersebut seperti sudah direncanakan Lia, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi diduga menemui pria yang dikenalnya lewat jejaring soscial facebook, kata ibu kandung Lia Ny Maryani, Rabu.

Sepuluh hari sebelum menghilang, Ny Maryani mengaku merasa aneh dengan tingkah anak cikalnya itu, Lia lebih banyak diam di dalam kamar sambil bermain facebook.

"Meskipun anak saya itu tertutup, tapi sebelumnya ia tidak pernah seperti itu, lebih banyak diam di dalam kamar sambil main facebook," katanya.

Kecurigaan Maryani dan Mulyadi suaminya, Lia pergi sudah direncanakan jauh hari, sejak ia mengenal pria yang katanya pemilik restoran di Bogor itu.

Pasalnya pria yang dikenalnya itu hampir setiap hari menelepon Lia, mulai pagi hingga malam. Namun Lia tidak pernah bercerita siapa nama atau di mana alamat jelas pria tersebut.

"Hanya satu kali ia bilang pada saya, kalau dia sudah punya pacar orang Bogor, tapi umurnya sudah tua. Tapi ketika itu saya bilang kok maunya punya pacar yang sudah tua," kenang sang ibu.

Ia menambahkan, ketika itu Lia menjawab seperti berkelakar, meskipun tua yang penting pria itu tajir, jawabnya pada sang ibu sambil tertawa.

Sementara itu, kepergian Lia meninggalkan rumah untuk menemui pria idamannya itu, semakin kuat, berdasarkan informasi tukang ojek yang dini hari itu mengantarkannya ke depan Hypermart Cianjur.

"Kebetulan tukang ojek itu kenal dengan saya, tapi tidak tahu kalau pagi buta itu, ia mengantarkan anak saya naik bus jurusan Bandung-Jakarta di depan Mal Cianjur," kata Mulyadi.

Ketika itu, Lia mengenakan celana "jeans" warna biru tua dipadu baju warna merah hati dengan kerudung warna hitam, naik bus ke arah Jakarta.

"Saat ini selain terus berdoa pada yang maha kuasa, agar Lia kembali pulang, kami meminta bantuan paranormal untuk mengetahui keberadaan anak kami itu," tandas Mulyadi.

(U.K-FKR/Y008/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010