Satgas : Kedatangan berikutnya vaksin AstraZeneca masih sesuai jadwal

Satgas : Kedatangan berikutnya vaksin AstraZeneca masih sesuai jadwal

Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin Gunadi menunjukkan vaksin AstraZeneca di sela memantau pelaksanaan vaksinasi untuk ratusan kiai di Kantor Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya, Selasa (23/3/2021). ANTARA/Moch Asim/am.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan kedatangan dan jumlah dosis vaksin COVID-19 dari AstraZeneca masih sama dengan jadwal yang disampaikan pemerintah pada saat tiba pertama, 8 Maret 2021.

“Kedatangan dan jumah dosis Vaksin AstraZeneca masih sama dengan seperti yang telah disampaikan,” kata Wiku dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis.

Rencananya, Indonesia akan menerima Vaksin AstraZeneca sebanyak 11.704.800 dosis dalam gelombang pertama hingga Mei 2021.

Indonesia hingga saat ini baru menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Tanah Air pada 8 Maret 2021.

“Sejauh ini belum ada perubahan jadwal kedatangan vaksin AstraZeneca,” ujar Wiku.

Indonesia menerima penyaluran vaksin COVID-19 dari AstraZeneca melalui kerja sama COVAX Facility (Covid-19 Vaccines Global Acces), atau sebuah inisiatif global untuk memastikan penyaluran vaksin bagi seluruh negara di dunia.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan vaksin AstraZeneca yang diterima di Indonesia, diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin ini boleh digunakan meskipun disebut mengandung unsur haram karena memanfaatkan tripsin babi dalam proses produksinya.

Menurut MUI, AstraZeneca boleh digunakan dengan beberapa alasan. Pertama, saat ini Indonesia menghadapi kondisi darurat kesehatan sehingga sangat membutuhkan vaksin COVID-19.

Kedua, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya bahwa terdapat bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.

Ketiga, ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Keempat, ada jaminan keamanan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca oleh pemerintah.

Kelima, pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin COVID-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia, baik di Indonesia maupun tingkat global.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia terima 1 juta lebih vaksin jadi AstraZeneca

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar