Disbudpar Aceh kembangkan potensi wisata di Pulau Banyak, Singkil

Disbudpar Aceh kembangkan potensi wisata  di Pulau Banyak, Singkil

Ilustrasi - Sejumlah wisatawan melakukan aktivitas olah raga laut seperti snorkeling di Pulau Rubiah, Sabang, Aceh, pada Selasa (23/3/2021). (ANTARA/Dokumentasi Famtrip to Aceh dengan Kemenparekraf RI)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan potensi wisata di Pulau Banyak, yang terletak di Aceh Singkil.

"Pulau Banyak terdiri dari 63 pulau yang berada di dekat ujung perbatasan Aceh dan Sumatra Utara. Ia memiliki taman laut yang indah sekali, dan ombaknya juga cocok untuk surfing," kata Jamaluddin beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wisatawan ke Aceh Singkil diimbau patuhi protokol kesehatan

Ia mengatakan bahwa Disbudpar bersama Pemerintah Daerah Aceh Singkil berkolaborasi untuk menawarkan dan mengembangkan potensi dan titik-titik wisata di Singkil dan Pulau Banyak. Selain laut yang indah, Pulau Banyak juga memiliki gugusan pulau yang tak kalah cantik.

Ketika disinggung mengenai akses, Jamaluddin mengatakan terdapat sejumlah pilihan untuk berkunjung ke Pulau Banyak, mulai dari jalur darat hingga udara.

Dari Banda Aceh, wisatawan dapat menggunakan angkutan umum untuk menuju ke Singkil. Dikutip dari siaran Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, pelancong dapat membeli tiket di terminal Batoh dan Lueng Bata, dengan harga Rp220-250 ribu.

Namun, jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, juga memungkinkan. Untuk menuju ke sana, dengan jarak 646 dengan waktu tempuh lebih kurang 12 jam 46 menit. Selain itu, pelancong bisa juga bertolak dari Medan menggunakan kendaraan pribadi dengan jarak 268 km dan waktu tempuh sekitar 7 jam 24 menit.

Kini, Singkil bisa juga diakses melalui moda transportasi udara. Caranya adalah dengan memesan penerbangan ke Bandara Kualanamu, setelah tiba di sana, wisatawan bisa menyewa mobil travel untuk menuju ke Singkil.

Dari sana, pelancong dapat menuju langsung ke pelabuhan ferry dan pelabuhan tambat boat di Jembatan Tinggi Pulo Sarok, dan bisa memilih untuk melaju menggunakan kapal ferry, boat tradisional atau speed boat untuk menuju ke Pulau Banyak.

Di sisi lain, Aceh Singkil sebenarnya sudah memiliki sebuah bandar udara, bernama Bandara Syekh Hamzah Fansuri di Kampung Baru, Singkil Utara.

Tahun lalu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meminta Kementerian Perhubungan untuk menambah panjang landasan pacu (runway) di bandara tersebut, setidaknya 1.200-2.000 meter. Hal ini diupayakan aga pesawat seperti ATR dan Bombardier bisa mendarat di sana.

Ini juga diharapkan dapat membuka akses Kualanamu-Singkil-Nias, Silangit-Singkil, Singkil-Banda Aceh, Singkil-Jakarta, dan Kualanamu-Singkil-Simelue. Menurut Menko Luhut, ini juga bisa menunjang wisata Danau Toba sebagai salah satu destinasi superprioritas, serta mengenalkan objek wisata di Singkil, termasuk Pulau Banyak.

Menanggapi hal tersebut, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin berharap dengan terbukanya akses, bisa benar-benar mendorong potensi wisata di daerah tersebut.

"Sekarang sudah cukup ramai, namun memang kendalanya ada di akses. Dari Medan 8 jam, dari sini (Banda Aceh) 16 jam. Sekarang tengah berproses dengan Kemenhub untuk memperpanjang runway bandara di Singkil. Dan jika sudah selesai, diharapkan akan banyak turis yang datang dan mengenal Singkil," kata dia.



Baca juga: Kunjungan wisatawan ke Pulau Banyak dibuka kembali

Baca juga: Dispar DKI siapkan banyak acara tarik wisatawan ke Pulau Seribu

Baca juga: Tingkatkan wisatawan, Aceh gelar Festival Kopi Kutaraja

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DPR minta pemerintah pertimbangkan lockdown Pulau Jawa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar