Bogor (ANTARA News) - Gelombang aksi protes terhadap serangan brutal Israel terus bergulir dan kali ini digelar masyarakat Islam Kota Bogor yang menyuarakan perjuangan Palestina, Minggu.

Massa berasa dari HTI Kota Bogor, DPP HASMI dan individu FPI Bogor juga meminta negara Islam untuk mempersenjatai diri melawan negara Yahudi tersebut.

Rokim Abdul Karim ketua DPD HTI Kota Bogor, menyebutkan aksi yang dilakukan adalah bentuk dukungan umat muslim Indonesia kepada bangsa Palestina.

Rokim mengatakan, bahwa perbuatan Israel sangat biadab, karena telah menyerang relawan yang peduli terhadap Palestina.

"Israel telah bertindak biadab, menyerang relawan. Israel tidak bisa dilawan dengan demostrasi, melawan Israel dengan perang. Kita menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengirimkan tentara ke Gaza. Israel hanya bisa dilawan dengan perang," kata Rokim Abdul Karim.

Rokim mengatakan, PBB tidak bisa diandalkan untuk menekan an memberi sanksi Israel, karena lembaga itu adalah alat Amerika untuk mengendalikan dunia.

"Satu-satunya cara melawan Israel adalah dengan peperangan, perjanjian, resolusi tidak akan membuat Israel tunduk. Satu-satunya cara umat Islam harus mempersenjatai diri berjuang melawan kaum zionis," katanya.

Aksi berlangsung selama cukup lama dimulai dari pukul 08:00 WIB dengan titik kumpul di Tugu Kujang.

Ribuan massa yang terdiri dari kaum wanita, pria dan anak-anak tanpak memadati Tugu Kujang, mereka menutup Jalan Otista dari arah Pajajaran menuju Pasar Bogor, sehingga kendaraan yang ingin memutar di Tugu Kujang terpaksa dialihkan ke Jalan Pajajaran.

Dalam aksinya massa membagikan selebaran kepada pengendara berisikan himbaun untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina, membawa atribut demostrasi yakni umbul-umbul organisasi.

Selain itu ada tiga spanduk besar berisikan gambar anak-anak Palestina yang menjadi korban, enam buah spaduk bertuliskan penolakan kedatangan Obama ke Indonesia.

Dalam orasinya massa tak henti-hentinya mengumandangkan Takbir, dan lantunan lagu perjuangan untuk Palestina. Menggunakan satu mobil box berisi pengeras suara.

Massa meminta umat Islam untuk sama-sama berjuang baik dengan doa untuk Palestina. Karena doa lebih baik dari pada tidak melakukan apapun sama sekali.

Aksi massa menyebabkan lalu lintas di Jalan Panjajaran tersendat. Kasat Samapta Polresta Bogor, AKP Arif Gunawan mengatakan pihaknya menurunkan sekitar 400 personil untuk mengamankan situasi.

"Sudah sesuai dengan Protap jika masa ribuan, jumlah personil yang harus kita turunkan sebanyak 400 orang. Personil disiagakan untuk mengatur kelancaran aksi dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Aksi massa mendapat perhatian para pengguna jalan, tak hanya itu tampak Kapolresta Bogor, AKBP Nugroho Slamet Widodo didampingi Kabag Ops Polresta Bogor mengatur lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan aksi massa masih berlanjut, massa terus melakukan orasi dan melantunkan syair-syair perjuangan Palestina. (LR/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010