Komnas KIPI rekomendasikan penyuntikan AstraZeneca Sulut dilanjutkan

Komnas KIPI rekomendasikan penyuntikan AstraZeneca Sulut dilanjutkan

Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin Gunadi menunjukkan vaksin AstraZeneca di Surabaya, Selasa (23/3/2021). ANTARA/Moch Asim/am.

hasil kajian bahwa KIPI-nya ringan
Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merekomendasikan vaksinasi COVID-19 di Sulawesi Utara dilanjutkan menyusul laporan gejala yang dialami penerima vaksin AstraZeneca di Kota Manado dan Kota Bitung, seluruhnya berkategori ringan.

"Saya laporkan ke Pak Menteri Kesehatan bahwa semua yang dilaporkan telah dilakukan investigasi dan data menunjukkan semuanya KIPI ringan," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan melalui sambungan telepon, Selasa.

Hingga saat ini, kata Hindra, hanya satu peserta vaksinasi yang masih dilakukan proses observasi melalui penelitian laboratorium. Sedangkan peserta lainnya yang juga mengalami gejala serupa telah diperbolehkan pulang.

"Gejala-gejala yang diperlihatkan kan muntah, demam, sakit kepala, nyeri otot dan sebagainya merupakan gejala ringan yang biasa ditemukan. Satu orang yang mesti dilakukan observasi mudah-mudahan sudah bisa pulang hari ini karena laporan laboratorium dan semua penelitian normal," katanya.

Baca juga: Pakar jelaskan produksi AstraZeneca tanpa bahan hewani

Hindra mengatakan angka kasus KIPI di dua daerah tersebut lebih rendah dari angka yang diperlihatkan pada uji klinis AstraZeneca fase 1, fase 2 dan fase 3 di beberapa negara di dunia.

"Saya tidak hapal jumlahnya, tapi proporsinya sangat rendah dibandingkan ribuan vaksin yang diberikan tentunya. Kalau vaksinnya tuh 4.000 atau 6.000 (dosis)," kata Hindra saat ditanya terkait jumlah kasus KIPI di Kota Manado dan Kota Bitung.

Atas kesimpulan tersebut, Komnas KIPI telah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Tim Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda KIPI).

"Kami membuat surat kepada Komda KIPI bahwa dari hasil kajian bahwa KIPI-nya ringan. Untuk itu kita menyatakan bahwa vaksin ini aman dan dapat diteruskan program vaksinasinya dan mudah-mudahan Komda KIPI disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan untuk diteruskan ke Gubernur supaya vaksinasinya dapat diteruskan kembali," katanya.

Baca juga: Pengiriman vaksin AstraZeneca Maret dan April tertunda akibat embargo

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peserta vaksinasi AstraZeneca di Sulawesi Utara bukan yang terbanyak di Indonesia.

"Vaksin AstraZeneca paling banyak disuntik di Bali, Jawa Timur serta TNI-Polri. Di tempat lain saya gak denger tuh ada KIPI-nya sampai sekarang," katanya dalam jumpa pers kepada wartawan baru-baru ini.

Jumlah peserta vaksinasi yang menerima suntikan AstraZeneca di Sulawesi Utara diperkirakan Budi tidak lebih dari 1.000 peserta.

Baca juga: Efek samping pada vaksinasi COVID-19 adalah wajar

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

AstraZeneca disebut lebih besar manfaat daripada efek sampingnya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar