TAGANA tingkatkan tiga kemampuan dasar penyelamatan

TAGANA tingkatkan tiga kemampuan dasar penyelamatan

Personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) melatih diri untuk memberikan pertolongan pertama pada korban di Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (30/3/2021). (ANTARA/HO-Kemensos RI)

Ketiga kemampuan dasar yang diajarkan pada personel TAGANA yakni vertical rescue, water rescue dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).
Pangandaran (ANTARA) - Kementerian Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (TAGANA) meningkatkan kapasitas tiga kemampuan dasar penyelamatan guna bekal terjun ke lokasi bencana untuk penyelamatan.

"Jika ada yang kena bencana dan kebetulan hanya ada personel TAGANA disana maka dia bisa memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis dan SAR datang,” ujar Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Safii Nasution di Pangandaran, Selasa.

Ketiga kemampuan dasar yang diajarkan pada personel TAGANA yakni vertical rescue, water rescue dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Vertical Recue adalah penyelamatan korban bencana yang berada di dasar jurang atau daerah yang lebih rendah. Sedangkan, Water Rescue merupakan pertolongan kepada korban bencana atau kecelakaan yang berada di air.

Sementara, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) adalah pemberian pertolongan pertama kepada korban bencana atau kecelakaan sebelum tim medis tiba di lokasi kejadian.
Baca juga: Tagana tanam 20 ribu bibit mangrove di Pangandaran
Baca juga: Relawan Tagana Parigi Moutong ikut bergabung operasi SAR di Sulbar


“Semua materi ini kita berikan kepada seluruh personil TAGANA sebagai bekal mereka untuk terjun ke lokasi bencana," ujar dia.

Setelah diberikan pelatihan dasar, untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman TAGANA, Kemensos mengadakan perlombaan guna mengukur kemampuan dasar yang dimiliki anggota TAGANA.

“Dalam lomba ini masing-masing propinsi mengirimkan empat perwakilan terbaik mereka. Selama dua hari masing-masing peserta memperagakan semua materi kemampuan dasar penyelamatan di cagar alam Pangandaran,” ujar Safii.

Selain itu juga ada lomba yang dilaksanakan secara daring, karena keterbatasan di situasi pandemi COVID-19. Tidak semua personel didatangkan ke Pangandaran.

"Lomba yang dilaksanakan secara online antara lain membangun dapur umum, logistik, shelter, pemberian layanan dukungan psikososial (LDP), dan keposkoan," ujar dia.

Semua kegiatan ini merupakan rangkaian HUT TAGANA ke 17 tahun 2021. Puncak peringatan HUT TAGANA dipusatkan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang akan dihadiri Menteri Sosial Tri Rismaharini pada Rabu (31/3).
Baca juga: Tagana Kalteng perkuat penanganan dampak bencana banjir Kalsel
Baca juga: Tagana dan BPBD evakuasi warga terdampak banjir

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tagana jemput bola, bagikan makanan untuk korban gempa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar