Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah mengedepankan strategi pembangunan ekonomi yang memperhatikan lingkungan sehingga kualitas ekosistem tidak menurun yang pada akhirnya akan menimbulkan biaya rehabilitasi yang besar.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Kamis, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan seluruh menteri kabinet Indonesia Bersatu II.

"Karena dianggap awal dari kabinet Indonesia Bersatu II saya ingatkan tetap kita jalankan strategi perekonomian triple track plus one yaitu pro growth,pro job,pro poor plus pro environment," tegasnya.

Kepala Negara menjelaskan aspek lingkungan tidak boleh dilupakan dalam pembangunan ekonomi karena bila diabaikan maka biaya yang diperlukan untuk merehabilitasi dan menangani dampak kerusakan lingkungan bisa mencapai 20 persen dari GDP.

"Ada tulisan menarik, dikatakan tentang pembangunan negara mengejar ekonomi dengan melupakan lingkungan dan dalam jangka panjang biaya yang dikeluarkan 20 persen dari GDP akan tersedot karena rusak lingkungan, kita perlu sadari itu," tegasnya.

Selain memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan, pemerintah, kata Presiden menginginkan dalam tahun-tahun ke depan penciptaan lapangan kerja dapat terus terjadi.

"Penciptaan lapangan kerja luas di manufaktir, jasa, pertanian, harus ada strategi job creation ini terjadi. Saya titip pada menteri pada tingkat pemerintah bagaimana create new job. Padat karya, padat teknologi serta padat modal jangan dipisah dan jadikan satu kesatuan. Kita harus ciptakan lapangan kerja yang lebih banyak," tegasnya.

Sidang kabinet berlangsung mulai pukul 11:00 WIB di Kantor Presiden Jakarta.
(P008*D013/A024)


Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010