Menkeu ungkap tantangan fundamental capai Indonesia Maju

Menkeu ungkap tantangan fundamental capai Indonesia Maju

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi pembicara pada acara Capacity Building, Diseminasi, dan Kick Off Duta Transformasi Kemenkeu, Rabu (31/3/2021). ANTARA/HO-Kemenkeu/pri.

Kita lebih banyak tumbuh dengan menggunakan otot dan keringat, yaitu banyak modal dan tenaga kerja tetapi tidak menciptakan nilai tambah berdasarkan inovasi
JAKARTA (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan tiga tantangan fundamental yang harus diselesaikan Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Maju dan tidak terjebak dalam middle income trap.

“Kalau kita mempunyai tekad untuk mencapai Indonesia Maju, maka dibutuhkan strategi, disiplin, kerja keras kita semua untuk bisa melewati kemungkinan terjadinya middle income trap karena trap itu real," kata Menkeu Sri Mulyani saat Webinar Nasional daring bertajuk Akselerasi Indonesia Maju melalui Penanaman Modal dan Insentif Fiskal di Jakarta, Kamis.

Tantangan fundamental pertama, jelas Menkeu, adalah rendahnya produktivitas yang terlihat dari gap infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan rendahnya tingkat adopsi teknologi.

Menkeu menyampaikan perlunya perbaikan di tiga sumber pertumbuhan yakni kapital, tenaga kerja, dan total factory productivity untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi potensial.

“Kita lebih banyak tumbuh dengan menggunakan otot dan keringat, yaitu banyak modal dan tenaga kerja tetapi tidak menciptakan nilai tambah berdasarkan inovasi,” ujar Menkeu.

Kemudian, daya saing perekonomian Indonesia yang masih rendah dilihat dari sisi performance index (LPI) dan global competitiveness index.

Kurangnya infrastruktur menyebabkan biaya logistik Indonesia menjadi lebih mahal dan dampaknya menyebabkan daya saing Indonesia menjadi rendah. Begitu juga dengan daya saing tinggi di ukuran ekonomi dan stabilitas makro namun sangat tertinggal di kapasitas inovasi dan adaptasi teknologi.

“Arus barang mulai dari impor, ekspor, maupun infrastruktur ke tempat market itu masih menunjukkan ketiadaan kompetisi yang cukup tinggi. Ada faktor infrastruktur kita yang masih perlu dibangun,” jelas Menkeu.

Sedangkan tantangan ketiga ada pada aspek SDM ketenagakerjaan yang menghambat produktivitas.

Isu-isu tersebut adalah rendahnya produktivitas, rendahnya daya siang, rentannya penggantian tenaga kerja dengan otomatisasi, permasalahan dan penciptaan lapangan kerja baru, link and match dalam pendidikan, serta karakter demografi dan industri 4.0 yang membutuhkan reformasi di bidang pendidikan.

Pemerintah pun menargetkan pada usia 100 tahun pasca kemerdekaan, Indonesia akan menjadi negara maju dengan ekonomi ke lima terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita mencapai 23.199 dolar AS.

Baca juga: Menkeu gambarkan kondisi Indonesia pada usia 100 tahun kemerdekaan
Baca juga: Menkeu sebut 2021 tantangan untuk akselerasi pemulihan ekonomi
Baca juga: Digital skill dan rahasia kebangkitan ekonomi Indonesia


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu: Dunia  habiskan 11 Triliun Dolar AS tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar