Mendag: Target ekspor RI-RRT akan ditingkatkan tiga kali lipat

Mendag: Target ekspor RI-RRT akan ditingkatkan tiga kali lipat

Dokumentasi - Mendag Muhammad Luthfi. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/Spt/am.

TIFA ini akan menjadi jenjang ke yang lebih tinggi, kemungkinan kita akan membicarakan untuk memperdalam kegiatan ekspor kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi mengungkapkan target baru ekspor antara Indonesia dan Tiongkok akan ditingkatkan tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan.

"Pada kesempatan pertemuan bilateral ini kami berkesempatan untuk berbicara dengan mitra kami yakni Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terdapat beberapa poin yang bisa diberikan. Pertama adalah target baru dalam tiga tahun ke depan di mana kita akan meningkatkan tiga kali lipat ekspor kedua negara dari 31 miliar dolar AS pada saat ini menjadi 100 miliar dolar AS pada tahun 2024," ujar Mendag Lutfi dalam konferensi pers virtual bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir di Wuyi, Fujian, Republik Rakyat Tiongkok pada Jumat.

Lutfi juga menambahkan, poin kedua adalah kedua negara akan mendalami lagi kesepakatan kerja sama perdagangan yang sudah ditandatangani sejak tahun 2011 yakni Bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC) menjadi Trade and Investment Framework Agreement (TIFA).

"TIFA ini akan menjadi jenjang ke yang lebih tinggi, kemungkinan kita akan membicarakan untuk memperdalam kegiatan perdagangan kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Mendag, kedua belah pihak juga sempat membicarakan low hanging fruit dalam rangka memperbaiki neraca perdagangan kedua negara.

"Jadi saya bisa melaporkan bahwa tadi setelah kita menyepakati setidaknya lima perusahaan (Tiongkok) yang akan mengimpor sarang burung walet dari Indonesia lebih dari 1,13 miliar dolar AS, dan juga ditambah dengan ekspor serta investasi untuk produk furnitur dari Shandong Wood and Furniture dengan jumlahnya lebih dari 200 juta dolar AS," kata Mendag M Lutfi.

Kemudian investasi yang mendatangkan 150 perusahaan Tiongkok di Kalimantan Barat yang mana akan mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja, dan ini total investasinya 1,38 miliar dolar AS.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, karena dengan kerjasama ini kita akan memperbaiki bukan saja neraca perdagangan namun juga hubungan baik ekonomi antara kedua negara," ujar M Lutfi.

Baca juga: Perkuat hubungan dagang, Mendag terbang ke Amerika Serikat
Baca juga: Mendag optimistis ekspor Indonesia tahun 2021 tumbuh 4 persen
Baca juga: Mendag jamin tak ada impor beras saat petani panen raya

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendag: Presiden sebut "bipang"dalam konteks kuliner lokal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar