Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan bila terjadi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) maka dampaknya tidak akan berpengaruh langsung terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.

"Kalau mau jujur, orang yang berwisata itu sudah masuk dalam golongan yang mampu, jadi biasanya efek kenaikan TDL tidak akan terlalu signifikan," kata Direktur Jenderal Pemasaran Kemenbudpar, Sapta Nirwandar di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, dari pengalaman yang lalu, meskipun krisis finansial global berefek langsung terhadap kondisi perekonomian di sejumlah negara tetapi banyak masyarakatnya yang tetap menjadwalkan waktu untuk melancong.

Meski begitu, Sapta berharap wacana kenaikan TDL akan disertai dengan kompensasi yang setara.

"Kita harapkan ada kompensasi disana, dan kita juga berharap tidak terlalu besar kenaikannya," kata Sapta.

Ia mengakui, sejumlah sektor khususnya hospitality dan pendukung pariwisata akan berdampak secara langsung bila kebijakan kenaikan TDL diterapkan.

"Kami masih tetap yakin, kebijakan ini tidak akan mengancam target kunjungan wisman yang dipatok 7 juta tahun ini," katanya.

Sementara itu, pengamat pariwisata Diyak Mulahela, berpendapat kebijakan kenaikan TDL akan sangat berpengaruh pada kualitas layanan dan jasa untuk sektor pariwisata.

"Hotel-hotel akan menutup biaya kenaikan TDL dengan mengurangi service kepada tamu-tamunya," kata Diyak.

Hal itu dikhawatirkan akan sangat mempengaruhi tingkat kepuasan turis yang datang ke tanah air.

Ia menilai, pemerintah harus memberikan insentif yang nyata bagi sektor-sektor pendukung pariwisata di Indonesia.(*)
(T.H016/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010