Dolar menguat saat data ekonomi AS menunjukkan lebih banyak kemajuan

Dolar menguat saat data ekonomi AS menunjukkan lebih banyak kemajuan

Tumpukan uang kertas 100 dolar AS. ANTARA/Shutterstock/pri.

Saya pikir akan ada koreksi yang lebih rendah dalam dolar, tetapi itu tidak terjadi
Tokyo (ANTARA) - Dolar AS bersiap memperpanjang kenaikan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya di perdagangan Asia pada Senin, setelah laporan pekerjaan AS akhir pekan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja negara itu sedang pulih dari dampak guncangan virus corona.

Fokus sekarang bergeser ke data di sektor jasa-jasa AS yang akan dirilis pada Senin waktu setempat, yang diperkirakan akan menunjukkan akselerasi dalam aktivitas yang selanjutnya dapat mendorong kenaikan dolar.

Pada Januari-Maret, dolar membukukan kuartal terbaiknya terhadap mata uang utama lainnya dalam hampir tiga tahun berkat ekonomi AS membaik dan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat.

Baca juga: Konsolidasikan kenaikan, dolar tergelincir jelang data penggajian AS

Mata uang AS kemungkinan akan membangun keuntungan itu ketika investor mencari cara untuk bertaruh pada pemulihan ekonomi global dari pandemi virus corona yang terburuk, kata para analis.

"Saya pikir akan ada koreksi yang lebih rendah dalam dolar, tetapi itu tidak terjadi," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, dikutip dari Reuters.

"Tren kenaikan dolar sangat kuat. Di kuartal baru mungkin hal terbaik yang harus dilakukan investor adalah mengikuti tren ini."

Pada awal perdagangan, dolar tercatat di 110,63 yen, tidak jauh dari level terkuatnya dalam setahun. Terhadap euro, dolar diperdagangkan pada 1,1765, yang mendekati level tertinggi lima bulan. Sementara itu, pound Inggris bertahan stabil di 1,3824 dolar, dan dolar naik tipis menjadi 0,9423 franc Swiss.

Ekonomi AS menciptakan lebih banyak pekerjaan dari yang diperkirakan pada Maret, data menunjukkan pada Jumat (2/4/2021). Namun, hanya ada sedikit reaksi dalam mata uang karena sebagian besar pasar saham dan obligasi ditutup untuk liburan Paskah.

Perdagangan bisa melemah lagi pada Senin di Asia karena pasar keuangan di Australia, China, dan Hong Kong juga ditutup, meskipun bias untuk dolar menguat lebih lanjut, kata para analis.

Sebuah survei dari Institute for Supply Management (ISM) yang akan dirilis pada Senin diperkirakan menunjukkan aktivitas nonmanufaktur AS meningkat pada tingkat yang lebih cepat pada Maret, yang dapat mendukung greenback pada pergerakan ke depan.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, terakhir sedikit berubah pada 92,973.

Sementara itu, dolar Australia naik tipis menjadi 0,7616 dolar AS, sedangkan dolar Selandia Baru dibeli 0,7028 dolar AS.

Baca juga: Minyak tergelincir setelah OPEC+ setuju pangkas pengurangan produksi
Baca juga: Imbal hasil obligasi dan "greenback" jatuh, emas terangkat 12,8 dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Trade Expo Indonesia hasilkan transaksi 678,1 juta dolar AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar