Sahroni minta Polri turunkan personil tangani banjir di NTT

Sahroni minta Polri turunkan personil tangani banjir di NTT

Warga mengevakuasi korban akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai 68 jiwa. ANTARA FOTO/Pion Ratuloli/wpa/wsj. (ANTARA FOTO/PION RATULOLI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kepolisian menurunkan para personilnya membantu menangani proses evakuasi para korban bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia menilai peran aparat Kepolisian sangat diperlukan dalam membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT.

"Saya meminta Kepolisian agar segera menurunkan para personilnya sebanyak mungkin demi membantu proses evakuasi bersama BNPB. Ini penting, karena soal bencana, kita berkejaran dengan waktu," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Polri kirim bantuan untuk korban banjir NTT
Baca juga: Gubernur Khofifah ajak warga Jatim berdoa untuk keselamatan NTT
Baca juga: Kemenag ajak pegiat zakat bantu korban bencana di NTT


Dia menilai saat ini yang dibutuhkan bantuan dan penanganan yang cepat dari pemerintah pusat, karena skala bencana yang besar dan diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Politisi Partai NasDem itu mengaku sudah mengecek ke lapangan dan memang pemerintah daerah seperti Gubernur dan Bupati sudah bekerja semaksimal.

"Gubernur dan Bupati sudah bekerja maksimal namun memang bencana yang terjadi besar, hingga dibutuhkan bantuan tambahan dari pusat," ujarnya.

Sahroni menyerukan kepada semua pihak agar berfokus pada upaya penanggulangan dan pemulihan dari bencana banjir bandang dan longsor di NTT.

Hal itu menurut dia karena bencana yang terjadi di NTT merupakan bencana besar yang membutuhkan fokus semua pihak.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bupati Nganjuk diduga terima suap Rp2 juta hingga Rp50 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar