Pontianak (ANTARA News) - Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi sejak dini mendesak dilakukan untuk memberi ketahanan remaja dalam menghadapi fantasi seksual yang rentan menjadi penyimpangan, kata dr. Hernalom Gultom MM.

"Penyimpangan-penyimpangan seksual akan semakin banyak yang terungkap di masa mendatang," ujar pakar dari Divisi Pelayanan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak DKI Jakarta, di sela-sela kunjungan ke Pontianak, Minggu.

Menurut dia, selama ini ada kekhawatiran pendidikan kesehatan reproduksi akan mengajari remaja cara mengenai berhubungan intim.

Padahal, lanjut dia, kesehatan reproduksi sangat luas cakupannya karena juga menyangkut kejiwaan seseorang.

Ia menambahkan, secara teoritis di usia remaja telah muncul fantasi seksual yang beragam.

"Ketidakpahaman mengenai kondisi ini yang akhirnya menimbulkan orientasi seksual yang berbeda-beda," katanya.

Gultom mengibaratkan untuk minum saja seseorang harus diajari ketika masih kecil. "Ini tidak pernah diajari, tahu-tahu ketika dewasa menikah, menghadapi hal itu," kata dia.

Arus informasi yang mudah dan murah serta cepat secara langsung maupun tidak ikut memengaruhi kondisi tersebut.

Ia mencontohkan video porno yang diduga dibintangi oleh Ariel Peterpan dengan sejumlah artis terkenal.

"Kalau tidak ada pemberitaannya, mungkin tidak akan seperti sekarang," kata Gultom.

Ia pun mengaku tidak heran kalau kasus-kasus penyimpangan seksual akan semakin banyak ditemukan di masyarakat.

Selain itu, ia menambahkan, masyarakat mulai memaklumi, juga dianggap berkaitan dengan hak seseorang.
(T.T011/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010