Menko Airlangga : Transformasi ekonomi RI butuh dukungan Polri

Menko Airlangga : Transformasi ekonomi RI butuh dukungan Polri

Tangkapan layar - Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yang juga Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto . ANTARA/Tangkapan layar Youtube PerekonomianRI/pri. (ANTARA/Tangkapan layar Youtube PerekonomianRI)

Industri 4.0, bansos 4.0, dan smart city akan menjadi penting. Inilah yang direncanakan, transformasi di bidang perekonomian
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan transformasi bidang perekonomian membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran Polri.

“Industri 4.0, bansos 4.0, dan smart city akan menjadi penting. Inilah yang direncanakan, transformasi di bidang perekonomian yang tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran Polri,” kata Menko Airlangga pada acara Rakernis Bareskrim Polri di Jakarta, Selasa.

Menko Airlangga mengatakan basis jalur perekonomian ke depan adalah transformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja yang digenjot kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Sebelum periode Presiden Jokowi, Indonesia terlalu nyaman dengan harga komoditas yang tinggi sehingga seolah-olah Indonesia berhenti berjalan dan tidak membangun infrastruktur baru. Baru di periode Pak Jokowi dibangun infrastruktur yang luar biasa,” ujar Menko Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga ajak akademi awasi pelaksanaan UU Cipta Kerja

Melalui UU Cipta Kerja, lanjut dia, dianalogikan dengan jalan tol di bidang perijinan sehingga percepatan investasi dapat terbentuk.

“Harapannya terjadi percepatan investasi dan kendaraannya pun kendaraan baru dari UU Cipta Kerja yaitu Sovereign Wealth Fund. Harapan Bapak Presiden, dengan Sovereign Wealth Fund bisa menarik investasi lebih cepat. Dana investor akan diparkir selama 5-10 tahun ke depan dan diharapkan turut membangun urban development, termasuk didalamnya untuk membangun ibu kota baru,” ungkap Menko Airlangga.

Ia memaparkan berbagai indikator perekonomian di Indonesia saat ini kurvanya menyerupai v-shape yang berarti pemulihan terus terjadi.

Pemulihan ekonomi nasional tersebut didorong oleh kelanjutan Program PEN yang ditingkatkan anggarannya sebesar 21 persen, penerapan UU Cipta Kerja melalui penyelesaian 51 aturan pelaksanaan, percepatan vaksinasi, dan perluasan PPKM Mikro.

Baca juga: Menko Perekonomian sebut 2021 jadi momentum pemulihan ekonomi

Selain juga sinergi kebijakan stimulus sektor properti dan otomotif, relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menyangga UMKM, Program Kartu Prakerja Nasional, penurunan tarif PPh Badan, dan pembentukan Indonesia Investment Authority.

Selain itu  Menko Airlangga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Polri dan TNI yang berhasil mengawal PPKM mikro.

“Hasilnya terlihat nyata pada data per 4 April 2021 yang menunjukkan tren persentase kasus aktif COVID-19 di Indonesia 7,61 persen, lebih rendah dibandingkan global 17,29 persen dan persentase kesembuhan di Indonesia mencapai 89,68 persen yang dapat melampaui global 80,53 persen,” kata Menko Airlangga.

Baca juga: Indonesia masuk 10 besar negara terdepan lakukan vaksinasi Covid-19
 

 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Stimulus naik, UMKM sektor penting pemulihan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar