Pengembangan Infrastruktur KEK Tanjung Lesung pacu industri pariwisata

Pengembangan Infrastruktur KEK Tanjung Lesung pacu industri pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Kadispar Banten Agus Setiawan menyampaikan keterangan pers saat mengakhiri kunjungan kerja di Banten, yang diakhiri di Hotel Marbela Anyer Di Serang, Selasa malam. (Mulyana)

Serang (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten karena akan mendongkrak kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara keseluruhan.

“Serasa terbayar lelahnya ketika melihat pemandangan laut di Tanjung Lesung yang indah. Saya mengapresiasi dan mendukung PT. Banten West Java dalam pengembangan jalan tol Serang-Panimbang. Ini sesuai dengan konsep tren baru wisata yaitu 'localize', karena wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Banten merupakan salah satu tujuan wisata yang dekat dengan wilayah Jabodetabek,” kata Menparekraf Sandiaga saat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Banten, Selasa.

KEK Tanjung Lesung ini merupakan KEK Pariwisata pertama dari 10 KEK di Indonesia yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi dan mulai beroperasi sejak Februari 2015. Presiden Jokowi langsung menargetkan untuk mempercepat aksesibilitas dari Jakarta ke Tanjung Lesung dengan membangun jalan tol baru Serang-Panimbang sepanjang 84 km.

Seksi I direncanakan beroperasi pada pertengahan 2021 dengan jalan tol sepanjang 26 km dan diproyeksikan pada 2022 jalan tol tersebut sudah dibuka hingga Panimbang. Sehingga dari Jakarta ke Tanjung Lesung diperkirakan hanya ditempuh selama 2 jam perjalanan.

Menurutnya, selain jalan tol Serang - Panimbang, dibutuhkan juga jalan penunjang lainnya, sehingga kawasan wisata seperti ke Anyer, Baduy, dan Desa Cikeusik bisa terintegrasi. Jadi tidak hanya 'point to point' tapi juga harus melakukan pendekatan yang lebih holistik, karena infrastruktur harus berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sandiaga mengatakan, KEK Tanjung Lesung sendiri memiliki luas area 1.500 hektare dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya yang eksotis. Selain itu, atraksi wisata yang ditawarkan adalah jetski, banana atau donut boat, naik stand up paddle board, snorkeling, diving, mancing, bersepeda, ATV, golf, dan wisata kuliner.

Diproyeksikan KEK Tanjung Lesung mampu menarik investasi sebesar Rp92,4 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 85.000 orang hingga tahun 2025.

KEK Tanjung Lesung ditambahkan Sandiaga, merupakan salah satu KEK Pariwisata pertama yang menggabungkan seluruh elemen dari pilar-pilar yang ingin dibangun.

Pertama semangat optimisme bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif akan bangkit, dengan menghadirkan berbagai event menarik. Kedua membuka peluang melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan mendorong UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

Ketiga, desa wisata ikut terlibat dalam pengembangan kawasan ini. Dan yang terakhir adalah bagian dari pada wisata minat khusus yang dihadirkan di kawasan ini, seperti sport tourism,dan 'eco-tourism.

Menurutnya, pengembangan dan penguatan kapasitas SDM di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif juga harus menjadi target prioritas dalam upaya pemulihan ekonomi yang saat ini terus digalakan oleh pemerintah. Program 'scaling up' SDM meliputi pemberian 'training' 'workshop', hingga program padat karya bagi masyarakat setempat di kawasan Tanjung Lesung.

“Saya harap semua pihak, baik pemerintah, swasta, serta komunitas dapat bersinergi untuk membantu mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan bersama-sama mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya di KEK Tanjung Lesung,” kata Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT. Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo, berharap kawasan Tanjung Lesung mampu menjadi lokomotif pariwisata di Provinsi Banten. Jadi atraksi wisata yang dekat dengan KEK seperti Gunung Krakatau, Ujung Kulon, Banten Lama, dan Baduy juga memperoleh manfaatnya.

“Sudah ada beberapa investor yang berkomitmen untuk pengembangan KEK Tanjung Lesung, seperti Finland dari Group Mercure, Golf dan juga ada beberapa 'support' dari pemerintah untuk pelaku UMKM, yang kita harapkan juga bisa menjadi bagian dari pengembangan pariwisata di kawasan Tanjung Lesung,”. kata Poernomo.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ke Banten dimulai membuka dialog nasional seni dan budaya Banten di Serang, meresmikan Kampung Agrinex di Cikeusik Pandeglang, dilanjutkan ke Tanjung Lesung dan diahiri di Hotel Marbela Anyer hingga Selasa malam.

Menparekraf juga menyatakan siap memberikan dukungan kepada para pelaku usaha pariwisata melalui dana PEN yang disediakan pemerintah, untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat dampak pandeki COVID-19.
Baca juga: Sandiaga minta KEK Tanjung Lesung diperkuat desa wisata
 

Pewarta: Mulyana
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sandi Uno akan tutup tempat wisata yang abaikan prokes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar