Piala Menpora 2021

Piala Menpora ajang adaptasi laga tanpa penonton

Piala Menpora ajang adaptasi laga tanpa penonton

Foto arsip - Pesepak bola PSM Makassar, Zulham Zamrun (kanan) dan pesepak bola Borneo FC Samarinda, Andika Kurniawan (kiri) beradu cepat untuk menjangkau bola dalam lanjutan pertandingan Piala Menpora Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (31/3/2021). Borneo FC Samarinda mengimbangi PSM Makassar dengan skor akhir 2-2. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto (ARI BOWO SUCIPTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Jakarta (ANTARA) - Borneo FC memang gagal dalam Piala Menpora, tetapi turnamen ini memberikan pengalaman yang dirasakan pemain, khususnya beradaptasi bertanding tanpa penonton.

Andika Kurniawan, salah satu stopper Borneo FC merasakan benar hal ini karena bermain tanpa penonton memang jarang dirasakannya.

"Kini kami harus terbiasa untuk itu. Biasanya ada teriakan penonton mendukung pemain di lapangan, tetapi sekarang sudah tak ada lagi. Kami harus adaptasi untuk itu dan dimulai di Piala Menpora kemarin," kata dia dalam laman resmi klub, Jumat.

Yang pasti, kata Andika, Piala Menpora menjadi sarana bagus bagi seluruh pemain dalam mendapatkan kembali suasana sepak bola, selain harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Atmosfer pertandingan dalam Piala Menpora membuat saya dan teman satu tim senang bukan main karena setahun kai tidak merasakan suasana seperti ini meskipun dengan tanpa penonton," sebutnya lagi.

Pemain berusia 25 tahun itu mengakui Piala Menpora yang tengah memasuki babak perempat final memang benar-benar menjadi pelepas dahaga bagi insan sepak bola Indonesia.

Baca juga: Menjelang Ramadhan, Madura United liburkan pemain

Setelah setahun tak bertanding akhirnya mereka kembali bisa merasakan persaingan di dalam lapangan, seperti juga dirasakan para pemain Borneo FC.

Meski gagal melangkah lebih jauh, kata dia, pemain merasakan kembali hal hilang dalam setahun terakhir dan ada sejumlah pengalaman didapatkan menjelang tampil dalam Liga 1 mendatang.

Andika juga mengakui saat ini persaingan dalam tim Borneo FC untuk posisi stopper sangatlah ketat karena selain bersaing dengan pemain senior, beberapa pemain junior juga menjadi pesaingnya.

Javlon Guseynov dan Wildansyah adalah pemain senior, sedangkan Komang Teguh dan Nurdiansyah adalah duet pemain muda yang juga bermain bagus selama Piala Menpora.

"Persaingan bek tengah sangat ketat karena tiap latihan semua pemain menunjukkan kemampuan yang terbaik. Yang jelas, saya siap bersaing dan siap dimainkan jika mendapatkan kepercayaan," kata pemain kelahiran Jambi itu.

Untuk Liga 1 mendatang, Andika berharap tak ada kendala yang menggagalkan kompetisi itu mengingat ketatnya prokes dalam Piala Menpora yang bisa dijadikan acuan PT LIB dalam memutar lagi roda kompetisi.

"Semoga tidak ada kendala untuk gelaran kompetisi tahun ini. Artinya kompetisi bisa digelar sesuai jadwal yang katanya dilaksanakan setelah Lebaran," kata Andika.

Baca juga: Hilman Syah kunci kemenangan PSM atas PSIS

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar