Dua pipa saluran utama air Bendungan Tilong terputus akibat longsor

Dua pipa saluran utama air Bendungan Tilong terputus akibat longsor

Infrastruktur pipa saluran utama air Bendungan Tilong di Kabupaten Kupang, NTT, terputus akibat bencana tanah longsor yang terjadi saat badai siklon tropis Seroja melanda NTT pada 3-4 April 2021. ANTARA/HO-BLUD SPAM Provinsi NTT

infrastruktur pipa yang terpurus akibat longsor ini merupakan saluran utama air Bendungan Tilong untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta irigasi pertanian.
Kupang (ANTARA) - Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan infrastruktur dua pipa saluran utama air Bendungan Tilong di daerah tersebut terputus sehingga yang berdampak pada macetnya pasokan air bersih.

"Badai siklon tropis Seroja yang melanda hampir seluruh wilayah NTT juga mengakibatkan longsor yang kemudian membuat dua pipa saluran utama air dari Bendungan Tilong terputus sekitar 100 meter," kata Kepala Badan Layanan Umum Daerah Sistem Persediaan Air Minum (BLUD SPAM) Provinsi NTT Erasmus Jogo ketika dikonfirmasi di Kupang, Sabtu.

Ia menjelaskan infrastruktur pipa yang terpurus akibat longsor ini merupakan saluran utama air Bendungan Tilong untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta irigasi pertanian.

Kedua jaringan pipa merupakan sambungan langsung dari bendungan dan karena jalurnya melewati area berbukit maka tergerus tanah longsor saat terjadi badai siklon tropis Seroja melanda NTT pada 3-4 April lalu.
Baca juga: Pembangunan Bendungan Temef capai 63,83 persen
Baca juga: Presiden Jokowi resmikan Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur


"Jaringan pipa ini merupakan jaringan utama yang mengalirkan air dari Bendungan Tilong menuju bak sedimentasi atau endapan pertama," katanya.

Erasmus menyebutkan kerusakan ini berdampak pada macetnya saluran air untuk sekitar 17-an ribu sambungan rumah atau setara 103 ribu jiwa.

Selain itu juha berdampak pada pasokan air untuk kebutuhan irigasi pertanian di Kabupaten Kupang mencapai lebih dari 500 hektare.

Erasmus mengatakan pihaknya sementara mengupayakan bantuan agar kerusakan tersebut bisa secepatnya diperbaiki sehingga kebutuhan air untuk rumah tangga maupun irigasi bisa teratasi.

"Kami juga mohon bantuan pemerintah pusat atau provinsi agar kalau bisa segera memperbaiki kerusakan ini karena ini berhubungan dengan air bersih yang merupakan pelayanan dasar dan wajib," katanya.
Baca juga: Presiden berkali-kali ke NTT selalu diminta bangun bendungan

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

NTT jadi fokus sasaran pengembangan digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar