Bantul (ANTARA News) - Sebanyak 38 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengikuti Kompetisi Roket Indonesia ke-3 di Pantai Pandansimo, Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.

"Dari 38 perguruan tinggi ini terdapat 40 tim yang masing-masing akan menampilkan kemampuan fungsial muatan roket," kata Penanggung Jawab Teknis Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) ke-3 Dr Rika Andiarti.

Menurut dia, 40 tim tersebut pada Sabtu (26/6) telah mengikuti uji fungsional muatan roket yang dilakukan di darat untuk menguji kemampuan muatan sebelum diluncurkan.

"Hari ini muatan roket yang lolos uji fungsional di darat akan berkompetisi untuk fungsional utama setelah roket diluncurkan," katanya.

Ia mengatakan, Korindo 2010 mengambil tema "Homing Meteo Payload" yakni muatan roket setelah diluncurkan dan membaca data mampu kembali ke tempat awal roket diluncurkan.

"Setelah diluncurkan, melalui control muatan roket diupayakan kembali ke awal peluncuran," katanya.

Rika mengatakan, Korindo ke-3 terbagi dalam tiga tahap yakni tahap fungsional yaitu pengujian fungsi roket dan muatan di darat pada Sabtu (26/6) dan dilanjutkan tahap uji terbang pada Minggu (27/6).

"Setelah itu tahap presentasi yaitu peserta membaca data yang dibaca roket sewaktu diterbangkan," katanya.

Kompetisi Roket Indonesia 2010 diselenggarakan DP2M Ditjen Dikti bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Universitas Gadjah Mada, Pemkab Bantul dan Akademi Angkatan Udara.

Dewan juri Kompetisi Roket Indonesia 2010 terdiri atas lima juri, yaitu Dr Ing Agus Nuryanto (Lapan), Dr Endra Pitowarno (PENS-ITS), Dr Indrawanto (ITB), Dr Wahidin Wahab (UI), Dr Heru Susanto (UGM).
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010