Pengusaha Surabaya harap pentas budaya dibuka lagi

Pengusaha Surabaya harap pentas budaya dibuka lagi

Tokoh sekaligus pengusaha asal Surabaya Bambang Haryo Soekartono (dua kanan) membagikan paket bingkisan kepada perwakilan seniman wayang di Surabaya. (ANTARA/Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Pengusaha yang juga mantan anggota DPR asal Surabaya Bambang Haryo Soekartono berharap pemerintah kota setempat mempertimbangkan wacana dibukanya kembali pementasan budaya sebagai hiburan rakyat.

"Tak hanya kabar baik bagi masyarakat, tapi juga dibukanya pentas budaya menjadi berkah bagi para seniman yang sudah lama tidak manggung," ujarnya di Surabaya, Minggu.

Menurutnya, sudah saatnya pentas budaya buka di Kota Pahlawan karena gedung bioskop juga telah mendapat lampu hijau.

Politikus Gerindra yang akrab disapa BHS tersebut menilai budaya harus jalan terus meski pandemi COVID-19 belum berakhir demi pelestarian, sekaligus membantu perekonomian para seniman.

Baca juga: Rano Karno sebut Rumah Budaya tunjukan komitmen PDIP rawat Indonesia

"Teknis pembukaannya bisa sama dengan bioskop. Kursi penonton dan syarat lainnya harus memenuhi standar protokol kesehatan. Saya yakin ini menjadi tanda baik untuk melestarikan budaya di Surabaya yang setahun lebih ini tidak bisa kita lihat," ucapnya.

Pengusaha yang juga penasihat serta pemilik PT Dharma Lautan Utama (DLU) tersebut telah beberapa kali mendengar keluhan dan aspirasi dari para seniman.

Setelah bersilaturahim dengan seniman ludruk beberapa waktu lalu, BHS juga bertemu dengan puluhan seniman wayang pada Sabtu (10/4), termasuk membagikan paket sembako.

Salah seorang seniman wayang, Wari, mengapresiasi kepedulian BHS dan DLU, serta berharap keluhannya didengar Pemkot Surabaya sehingga bisa kembali pentas di atas panggung budaya.

"Kalau saya sudah tua, tapi generasi-generasi seniman kita ini harus dijaga. Jangan sampai regenerasi hilang karena terhentinya budaya. Meski pandemi, tapi digelar protokol kesehatan, kami rasa bisa. Sekali lagi, kami harap seniman bisa kembali pentas," tuturnya.

Seniman wanita berusia 68 tahun tersebut juga menginginkan lokasi kesenian di THR di Jalan Kusuma Bangsa bisa diaktifkan kembali sehingga menjadi pusat kesenian di Surabaya seperti yang dulu pernah ada.

"THR dulu ikon dan pusat kesenian Tanah Air, bukan hanya Surabaya. Senang dan bangga sekali rasanya dulu bisa pentas di sana," kata dia.

Baca juga: Masjid Amir Hamzah-Seniman TIM gelar pentas seni sambut Ramadhan

Baca juga: Taman Budaya Kalsel tampilkan tari Japin Anak Delapan di TMII

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tujuh ABK KM Kirana III positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar