Ambon (ANTARA News) - Kota Ambon ditetapkan sebagai tuan rumah kegiatan Pramuka Nasional 2011 Kementerian Agama yang melibatkan lebih kurang 2.000 hingga 2.500 peserta, kata Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff.

"Jadi keberhasilan melaksanakan perayaan Hari Perdamaian Dunia di Kota Ambon pada 25 November 2009 menjadi tolak ukur bagi pemerintah Indonesia untuk mempercayakan Maluku menyelenggarakan berbagai event bertaraf nasional maupun internasional sehingga stabilitas keamanan harus terpelihara," katanya, di Ambon, Senin.

Wagub Maluku mengatakan, saat menemui Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta beberapa waktu lalu diberi arahan agar Kota Ambon mempersiapkan diri dengan matang sehingga menunjukkan bagi peserta Pramuka Nasional bahwa daerah itu benar-benar telah aman sehingga disosialisasikan sekembalinya ke masing-masing daerah.

"Menteri Agama yakin bahwa Maluku sudah aman, bahkan telah berkunjung ke daerah ini selama beberapa kali, tapi kali ini dimaksudkan untuk ditunjukkan kepada generasi muda yang memiliki akses berkomunikasi dan mudah dicerna rekan-rekannya," katanya.

Ia mengakui persiapan untuk menyukseskan kegiatan Pramuka Nasional mulai dimatangkan dengan mengkoordinasikannya dengan sejumlah program "Sail Banda 2010" yang sedang membangun berbagai sarana maupun prasarana.

"Kami membangun maupun membenahi sarana dan prasarana untuk `Sail Banda`, sekaligus Pramuka dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada 2012 dengan ditetapkannya Ambon sebagai tuan rumah," katanya.

Tahap awal, menurut dia, dirinyatelah diarahkan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, untuk mencari lahan guna membangun "Islamic Centre" berkapasitas besar.

"Kapasitas `Islamic Centre` yang gedungnya di samping Masjid Raya Alfatah Ambon hanya ratusan orang sehingga perlu dibangun baru dengan daya tampung ribuan," katanya dan menambahkan bahwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Anthonius Sihaloho sudah dipanggil untuk mencari lahan guna membangun fasilitas tersebut.

Pemprov Maluku juga memfasilitasi pembangunan Masjid Raya Alfatah Ambon yang diperkirakan membutuhkan dana lebih kurang Rp6 miliar hingga Rp7 miliar.

"Saat ini personil marinir TNI-AL sedang merampungkan pagar Masjid Raya Alfatah maupun Gereja Maranatha sebagai bagian dari pembangunan fasilitas sosial untuk mendukung berbagai kegiatan bertaraf nasional maupun internasional di Maluku," demikian Said Assagaff.
(T.L005/A035P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010