Jakarta (ANTARA News)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa siang stabil seperti hari sebelumnya, karena pelaku pasar mulai menyesuaikan diri dengan melakukan pembelian rupiah setelah pada pembukaan merosot.

Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, mengatakan, berkurangnya tekanan pasar terhadap rupiah, karena pelaku lokal masih menunggu masuknya pelaku asing bermain di pasar.

Pelaku lokal menunggu pelaku asing bermain di pasar apakah mereka akan membeli rupiah atau dolar, namun mendekati penutupan Selasa iang , pelaku asing masih belum turun ke pasar, kata Rully Nova.

Rupiah terhadap dolar AS turun lima poin menjadi Rp9.060-Rp9.070 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.055-Rp9.065.

Rully Nova mengatakan, membaiknya kondisi rupiah menunjukkan bahwa Bank Indonesia (BI) tetap menjaga rupiah agar tidak mendekati angka Rp9.100 per dolar.

Rupiah diperkirakan pada Selasa siang akan dapat menembus angka Rp9.100 per dolar, karena faktor negatif dari eksternal cukup kuat, ucapnya.

Namun faktor utama yang membuat rupiah membaik, lanjut dia karena pemerintah berusaha menjaga laju inflasi bulan ini agar tetap berada pada koridor.

Laju inflasi pada bulan Juli diperkirakan akan meningkat, karena kenaikan harga bahan pokok, namun apabila distribusi bahan pangan dapat diatasi maka laju inflasi tidak akan sederas apa yang diperkirakan sebelumnya.

Rully mengatakan, rupiah sebenarnya masih cukup stabil pada kisaran Rp9.050-Rp9.075 per dolar yang sejak dua pekan lalu berada dalam kisaran sempit.

Hal ini terjadi karena lemahnya sentimen pasar, setelah investor asing menahan diri untuk bermain di pasar akibat keluarnya aturan baru Bank Indonesia mengenai investasi sertifikat Bank Indonesia (SBI), ucapnya.(H-CS/A011)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010