Mendag: Neraca perdagangan Maret indikasikan pertumbuhan ekonomi sehat

Mendag: Neraca perdagangan Maret indikasikan pertumbuhan ekonomi sehat

Ilustrasi - Suasana aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (15/4/2021). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 5,5 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp80,3 triliun sepanjang kuartal I tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2021 yang mengalami surplus sebesar 1,57 miliar dolar AS mengindikasikan pertumbuhan kegiatan ekonomi berjalan baik dan pertumbuhan ekonomi yang sehat.

“Ekspor nonmigas kita pada Maret 2021 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Impor juga meningkat lumayan tinggi. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi Indonesia,” kata Mendag pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat.

Mendag memaparkan, struktur ekspor Indonesia sudah didominasi oleh sektor industri, dengan ekspor barang industri pada Maret 2021 mencapai 80,84 persen dari total ekspor RI.

“Jadi Indonesia ini sudah menjual barang-barang industri,” tukas Mendag.

Baca juga: KSP: Surplus neraca dagang momentum keluar dari krisis

Dalam hal ini, Mendag menggarisbawahi tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas.

Pertama yakni ekspor besi baja yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terakhir yakni ekspor otomotif yang menempati lima ekspor terbesar, meningkat 15,48 persen pada triwulan I/2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan RI surplus 1,57 miliar dolar pada Maret 2021

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI mengalami surplus 1,57 miliar dolar AS pada Maret 2021 dengan total nilai ekspor 18,35 miliar dolar AS dan impor 16,79 miliar dolar AS.

Nilai ekspor meningkat 30,47 persen yang terjadi karena peningkatan ekspor yang tinggi baik karena sektor pertanian, industri, maupun sektor tambang.

Sementara impornya juga naik tinggi, yakni 25,73 persen karena adanya kenaikan impor baik untuk barang konsumsi, barang penolong maupun barang modal.

Adapun nilai ekspor Indonesia mencapai 18,35 miliar dolar AS atau tertinggi sejak Agustus 2011 yang kala itu angka ekspornya mencapai 18,64 miliar dolar AS.

Meningkatnya permintaan dari berbagai negara diiringi kenaikan berbagai komoditas andalan Indonesia disebut berpengaruh besar terhadap performa ekspor Indonesia pada Maret 2021.

Ekspor RI pada Maret 2021 sebesar 18,35 miliar dolar AS mengalami peningkatan 20,31 persen jika dibandingkan dengan Februari 2021 dan meningkat 30,47 persen jika dibandingkan Maret tahun sebelumnya.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Surplus neraca perdagangan Maret, indikasi pertumbuhan ekonomi sehat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar