Pengamat optimistis divestasi tol Waskita tahun ini sukses

Pengamat optimistis divestasi tol Waskita tahun ini sukses

Ilustrasi - Foto udara pembangunan tol Cibitung-Cilincing di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.

Artinya setelah menyelesaikan satu proyek maka Waskita harus melakukan divestasi agar mendapatkan modal untuk melakukan pekerjaan berikutnya
Jakarta (ANTARA) - Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto memperkirakan divestasi tol yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) pada tahun ini dapat berjalan dengan baik.

"Saya optimistis pada tahun 2021, divestasi tol (Waskita) akan cukup baik," ujar Toto saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Toto menilai hal ini dikarenakan sudah adanya investor dari Hongkong yaitu Road King Expressway yang sudah setuju untuk melakukan akuisisi terhadap jalan tol Medan-Kualanamu milik Waskita.

"Mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak investor lainnya, termasuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF)," katanya.

Pengamat BUMN tersebut mengatakan bahwa divestasi aset/project menjadi keharusan bagi Waskita Karya untuk memperkuat cashflow mereka.

"Artinya setelah menyelesaikan satu proyek maka Waskita harus melakukan divestasi agar mendapatkan modal untuk melakukan pekerjaan berikutnya," kata Toto.

Sebelumnya Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan pihaknya optimistis bahwa divestasi ruas tol tersebut dapat terlaksana.

Menurut dia, setelah satu ruas tol telah terealisasi ternyata investor banyak sekali yang ingin mengakuisisi ruas-ruas tol Waskita Karya. Upaya divestasi ini bisa mengurangi beban utang Waskita Karya.

Dirut Waskita Karya itu juga memaparkan strategi divestasi tahun ini di mana Waskita Karya melakukan proses penawaran terbuka untuk menarik minat investor. Kemudian memberikan izin investor baru mengambil sebagian dari pembangunan jalan tol dengan imbalan hak pengusahaan dengan pembatasan waktu.

Strategi berikutnya adalah kesepakatan pertukaran saham nontunai dengan pemegang saham Waskita Tol Road yang ada. Terakhir menerbitkan instrumen ekuitas seperti reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) sebagai alternatif bagi investor.

Baca juga: Waskita lepas 20 persen saham Tol Semarang-Batang, raup Rp1,5 triliun
Baca juga: Waskita Karya divestasi sembilan ruas jalan tol senilai Rp11 triliun
Baca juga: Waskita Toll Road raih dana segar Rp550 miliar dari penerbitan RDPT

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengamat nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju tren positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar