Denpasar (ANTARA News) - Upacara pengabenan (kremasi) jenazah Mari Nabeshima, seorang seniwati andal kelahiran Jepang, istri seniman serba bisa I Kadek Suardana dilakukan di Setra (kuburan) Desa Adat Denpasar, Jumat.

Jenazah yang diusung dalam bade dengan iringan ribuan warga setempat harus melewati jalan-jalan protokol di Kota Denpasar, ujar keluarga besar Almarhum Gede Aryantha Soetama di sela-sela persiapan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, pihak keluarga telah mengadakan koordinasi dengan petugas keamanan desa adat (Pecalang) dan pihak kepolisian setempat untuk mengatur masalah lalu lintas, agar perjalanan bade berisi jenazah yang diusung warga tidak mengalami hambatan.

"Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di jalan Patimura pukul 13.00 WITA, akan melewati Jalan Veteran hingga kuburan Badung," ujar Aryantha Sutama.

Setiap ada upacara pengabenan di Kota Denpasar, lalu lintas akan mengalami kemacetan total, karena iring-iringan warga yang mengusung bade di atas berisi mayat dilakukan dengan jalan kaki.

Mari Nabeshima menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan intensif di RSUD Wangaya Denpasar, akibat penyakit demam berdarah pada Minggu 4 Juli 2010.

Selama lima hari jenazah almarhum disemayamkan di rumah Duka di Banjar Tainsat, jantung kota Denpasar dan dilaksanakan serangkaian kegiatan upacara "Manusia Yadnya", sebagai kelengkapan upacara Ngaben.

Warga secara silih berganti melayat ke rumah duka, termasuk Wakil Gubernur Bali AAN Puspayoga berserta istri, Ketua DPRD Bali AAN Oka Ratmadi dan istri yang kebetulan warga dalam satu desa adat.

Puluhan keluarga besar dari Jepang juga secara khusus datang ke Bali untuk menyaksikan upacara pengabenan jenazah seniman Mari Nabeshima.

Almarhum sebelum masuk rumah sakit sempat tampil sebagai musisi pendukung pagelaran seni pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32 yang tengah berlangsung di Taman Budaya Denpasar.

Selain itu, juga mendukung pagelaran musik etnik fusion "Tajen" yang dipersembahkan oleh Abiyoga grup di gedung Kesiarnawa Taman Budaya Denpasar pada Sabtu (26/6).

Mari Nabeshima dua hari sebelum masuk rumah sakit juga sempat menghadiri undangan khusus dari panitia seminar musik di Yogyakarta pada Senin (28/6).

Suaminya I Kadek Suardana yang juga ketua Yayasan Arti Denpasar mendorong istri Mari Nabeshima untuk mempelajari dan mendalami seni budaya Bali.
(I006/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010