Di Balai Anak Toddopuli, Risma yakinkan mantan pecandu bisa bangkit

Di Balai Anak Toddopuli, Risma yakinkan mantan pecandu bisa bangkit

Menteri Sosial Tri Rismaharini memberi wejangan pada anak-anak mantan pecandu narkoba di Sentra Kreasi ATENSI Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) "Toddopuli" Makassar, Selasa (20/4/2021). ANTARA/Devi Nindy

buat orang tua kalian bangga
Makassar (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini meyakinkan anak-anak mantan pencandu narkoba bisa bangkit kembali, saat mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar, Selasa.

Risma memohon kepada tiga anak pecandu narkoba yang menjadi pembuat minuman kopi di Sentra Kreasi ATENSI balai tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

"Jaga kepercayaanku, jangan ulangi lagi, ya, karena sebetulnya kamu punya masa depan, bohong kalo hanya orang tertentu dikasih berhasil dan sukses. Siapapun berhak untuk berhasil dan berhak sukses, jadi tolong berhenti," ujar mantan Wali Kota Surabaya itu.

Risma meminta kepada tiga anak mantan pecandu tersebut untuk tidak menyia-siakan kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik.

Baca juga: BNN: Pecandu narkoba tak bisa sembuh total meski sudah rehabilitasi
Baca juga: Kepala BNNK Jakut: 50 pecandu narkotika sukses jalani rehabilitasi


Dia meyakinkan kesempatan mereka untuk memperbaiki diri akan lebih besar lagi, setelah keluar dari pembinaan balai tersebut.

"Kalau kalian mengerti, tolong ya nak ya, ayo berhenti. buat yang terbaik, buat orang tua kalian bangga, bisa kalau kalian mau," ujar Risma.

Ketiga anak-anak mantan pecandu narkoba tersebut memperhatikan dengan seksama wejangan yang disampaikan Risma.

Risma pun kembali menumbuhkan keyakinan pada anak-anak tersebut dengan membeli segelas es kopi Cappucino buatan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga meyakinkan Kepala BRSAMPK Toddopuli Makassar Christiana Junus bahwa anak-anak tersebut tidak harus ikut bekerja dengan orang jika sudah selesai pembinaan, melainkan dapat membuka usaha sendiri.

Baca juga: BNN Sulsel perluas agen pemulihan pecandu setelah rehabilitasi
Baca juga: Rawat 53 pecandu, BNNK Tabalong tak miliki fasilitas rehabilitasi
Baca juga: DPR: ATENSI Kemensos dinilai berhasil urai masalah sosial

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar