PM Malaysia akan hadiri KTT ASEAN tentang Myanmar di Jakarta

PM Malaysia akan hadiri KTT ASEAN tentang Myanmar di Jakarta

Dokumentasi - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengacungkan jempol saat KTT APEC 2020 secara virtual, di Kuala Lumpur, Malaysia, 20/11/2020. ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng/File Photo/tm.

Pertemuan ini merupakan ASEAN Leaders Meeting pertama yang digelar secara tatap muka sejak setahun lalu pascapandemi COVID-19. Melalui pertemuan ini, para pemimpin negara-negara ASEAN diharapkan dapat membahas situasi terkini di Myanmar
Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dipastikan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tentang isu Myanmar di Jakarta, Sabtu (24/4).

Konfirmasi itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Tun Hussein yang mengumumkan rencana perjalanannya ke Jakarta pada Kamis (22/4) untuk terlebih dahulu bertemu dengan Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Brunei Darussalam Setia Haji Erywan.

Kemudian pada Jumat (23/4), ia menyampaikan bahwa kesepuluh menlu ASEAN akan melakukan pertemuan, sehari sebelum KTT untuk membahas Myanmar, yang akan dipimpin oleh Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah selaku ketua ASEAN tahun ini.

Baca juga: Masyarakat ASEAN dukung rakyat Myanmar hidup dalam demokrasi damai
Baca juga: Pemimpin tidak lawan junta Myanmar, sentralitas ASEAN dianggap klise


“Pertemuan ini merupakan ASEAN Leaders Meeting pertama yang digelar secara tatap muka sejak setahun lalu pascapandemi COVID-19. Melalui pertemuan ini, para pemimpin negara-negara ASEAN diharapkan dapat membahas situasi terkini di Myanmar serta mempertajam isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama,” kata Menlu Hishammuddin dalam keterangan tertulis, Rabu.

Mengenai situasi di Myanmar, kata dia, PM Muhyiddin akan kembali menegaskan sikap tegas dan konsisten Malaysia sesuai dengan pernyataannya pada 19 Maret 2021, yaitu mendesak pembebasan dengan segera dan tanpa syarat para pemimpin politik yang ditahan di Myanmar, serta menghindari menggunakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata.

PM Malaysia meminta agar pihak-pihak berkonflik di Myanmar kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan krisis, menghindari peningkatan ketegangan, dan menyediakan ruang pertemuan damai yang menjamin kebebasan berbicara.

Malaysia juga mendorong dibukanya akses bantuan kemanusiaan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar, dan agar otoritas Myanmar mengizinkan kembalinya pengungsi Rohingya kembali ke Negara Bagian Rakhine dengan cara yang damai, sukarela, dan bermartabat.

Baca juga: Masyarakat Sipil tolak kehadiran junta Myanmar di KTT ASEAN Jakarta
Baca juga: Pimpinan junta Myanmar akan hadiri KTT ASEAN di Indonesia


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar