Washington (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, dan Menteri Pertahanan, Robert Gate, Rabu mendatang berkunjung ke Seoul untuk menunjukkan solidaritas di tengah ketegangan-ketegangan terbaru dengan Korea Utara atas tenggelamnya kapal perang Korea Selatan.

Ny. Clinton dan Gates diperkirakan akan mengumumkan latihan angkatan laut bersama dalam pertemuan dengan timpalan mereka masing-masing, Yu Myung-hwan dan Kim Tae-young pada 21 Juli, pada saat Seoul memperingati ke-60 tahun dimulainya Perang Korea.

Ketegangan-ketegangan akibat perang tiga tahun, dari 1950-1953, masih terasa. Karamnya kapal Cheonan Korea Selatan akibat serangan torpedo Maret lalu menambah tegangnya kawasan.

Suatu investigasi multinasional mempersalahkan serangan yang menewaskan 46 pelaut itu kepada Korea Utara. Tetapi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) tidak memilih menindak Pyongyang ketika badan dunia itu mengecam insiden tersebut pelan lalu.

AS menanggapi insiden mematikan di semenanjung Korea dalam beberapa dasawarsa itu dengan bersikap tegas mendukung Seoul, dan mengirimkan Hillary dan Gates untuk mengumumkan latihan perang yang mendapat tentangan keras China, sekutu Korea Utara.

Latihan angkatan laut dan udara di Laut Jepang dan Laut Kuning itu "mengirim pesan" kepada Pyongyang, dan akan "menunjukkan kekuatan kepada Korea Utara... untuk mencegah pengiriman pesan yang lebih kuat lagi," kata juru bicara Pentagon, Geoff Morrel, pekan ini saat mengumumkan kunjungan tingkat tinggi tersebut.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, latihan akan berakhir "berbulan-bulan."

Pejabat, yang minta tak disebut namanya itu, juga menjelaskan bahwa "kemampuan perang anti kapal selam" menjadi unsur penting latihan, setelah serangan kapal Cheonan yang diidentifikasi melibatkan kapal selam.

Pentagon mengatakan, China tak perlu terkejud dengan penegasan Morrell bahwa "tidak ada satupun yang memiliki hak eksklusif terhadap perairan internasional Laut Kuning" dan menambahkan, Beijing akan diberi tahu mengenai "kapan dan di mana" latihan tersebut digelar.

Dari segi diplomatik, kunjungan akan berpeluang bagi AS untuk melakukan koordinasi dengan Seoul mengenai kemungkinan pelanjutan dialog dengan Korea Utara soal nuklir.

Korea Utara telah menawarkan akan kembali ke perundingan perlucutan enam negara yang melibatkan China, Jepang, kedua Korea, Rusia dan AS setelah terhenti tahun lalu sebelum melakukan uji coba nuklirnya yang kedua.

AFP/H-AK/Z002

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010