Polisi Seruyan Kalteng ungkap peredaran uang palsu

Polisi Seruyan Kalteng ungkap peredaran uang palsu

Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono (tengah) bersama jajaran, di Kuala Pembuang, Senin (26/4/2021).ANTARA/HO-Polres Seruyan.

Sewaktu diraba terasa halus dan benang pengaman tidak timbul
Kuala Pembuang (ANTARA) - Polres Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkap peredaran uang palsu di Jalan Jenderal Sudirman, Kilometer 105, Desa Rungau Raya, dan menangkap seorang pelaku bernama Teguh Prakoso beserta barang bukti berupa puluhan lembar uang dengan pecahan Rp100 ribu.

Terungkapnya peredaran uang palsu itu berawal dari laporan korban Puput Waskito, karyawan PT Bina Sawit Abadi Pratama (PT BAP) Tangar Estate Desa Rungau Raya, Kecamatan Danau Seluluk, kata Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono, di Kuala Pembuang, Selasa.

"Selain Teguh Prakoso, kami juga menetapkan seorang pria bernama Sigit sebagai DPO (daftar pencarian orang). Sigit ini rekan Teguh dalam mengedarkan uang palsu," katanya pula.

Berdasarkan informasi sementara yang dikumpulkan Polres Seruyan, uang palsu didapat tersangka dengan membeli secara online melalui media sosial akun facebook Upal KW 01. Kemudian, kedua tersangka membeli uang palsu dengan mengumpulkan uang sebesar Rp1,5 juta untuk mendapatkan uang palsu senilai Rp3 juta.

"Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli handphone kepada korban Puput Waskito dengan harga Rp2 juta," kata dia.

Setelah menerima uang dari hasil penjualan handphone, korban merasa curiga karena uang hasil penjualan handphone ini, sewaktu diraba terasa halus dan benang pengaman tidak timbul.

"Mencurigai dengan uang yang diterimanya palsu dan merasa dirugikan, korban menyampaikan laporan ke Polres Seruyan dan langsung ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan," ujar Bayu.

Ia menambahkan, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Seruyan, pelaku diketahui berada di Desa Pematang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur dan berhasil ditangkap pada Kamis (22/4) beserta sejumlah barang bukti dan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

"Saat ini tersangka sudah kami amankan untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka dikenakan Pasal 36 ayat (3) juncto Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar," ujarnya lagi.

Kapolres Seruyan itu pun mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Gawi Hantantiring ini, agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, apabila ditemukan hal-hal yang tidak wajar diharapkan bisa melaporkan hal tersebut.
Baca juga: Kejari Gunung Mas Kalteng memusnahkan ratusan lembar uang palsu

Pewarta: Kasriadi/Radianor
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pendampingan BPTP dorong panen lumbung pangan lebih baik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar