Ditjen Kebudayaan sediakan layanan QRIS bagi seniman

Ditjen Kebudayaan sediakan layanan QRIS bagi seniman

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (29/4). ANTARA/Indriani

pelaku seni budaya akan mendapat pengetahuan tentang digitalisasi keuangan
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyediakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Layanan merupakan kerja sama Kemendikbudristek dengan berbagai pihak seperti Bank Rakyat Indonesia dan Institut Musik Jalanan (IMJ), " ujar Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

QRIS merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Dia menambahkan pandemi COVID-19 menyebabkan hampir semua pelaku seni budaya kehilangan ruang untuk berekspresi. Namun semangat untuk terus menghidupkan seni budaya bangsa tidak berkurang, sehingga menggelar pertunjukan virtual (daring) menjadi salah satu pilihan alternatif.

Pertunjukan daring berlangsung baik secara langsung maupun tidak langsung. Transaksi pembayaran pun kini banyak dilakukan secara digital.

Baca juga: BI berkomitmen dukung akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan RI
Baca juga: BI catat pengguna QRIS capai 6,55 juta merchant hingga Maret 2021


Judi menjelaskan sepanjang pandemi, banyak program stimulus yang diberikan pemerintah kepada para pelaku seni budaya. Namun salah satu kendala utama dalam penyalurannya adalah rekening bank, karena banyak pelaku seni budaya yang tidak memiliki rekening pribadi dan menggunakan rekening orang lain sehingga penyalurannya menjadi terkendala.

Pada 2020, IMJ bersama Ditjen Kebudayaan secara masif menjalankan berbagai program
pertunjukan via online dengan menerapkan sistem apresiasi berbasis QRIS. Hal itu membuat para pelaku seni budaya lainnya tertarik untuk mendapatkan fasilitas QRIS resmi.

"Ini selaras dengan yang diamanatkan dalam UU Pemajuan Kebudayaan yaitu upaya pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk pemajuan kerja-kerja kebudayaan. QRIS menjadi sarana transaksi keuangan yang lebih mudah diaplikasikan oleh para pelaku seni budaya yang selama ini agak kaku dengan sistem perbankan, "jelas dia.

QRIS merupakan solusi yang sangat efektif. Para pelaku seni budaya di tantang untuk meningkatkan kreatifitas mereka untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Pertunjukan yang digelar bisa dilakukan di berbagai platform sosial media yang mereka miliki.

"Melalui sosialisasi QRIS yang baik, para pelaku seni budaya akan mendapat pengetahuan tentang digitalisasi keuangan, yaitu bagaimana tata kelola keuangan berbasis digital dan
bagaimana pengelolaannya. QRIS resmi yang didapatkan dapat dipergunakan sepanjang dibutuhkan. Baik menggelar pertunjukan secara langsung maupun virtual, " jelas dia lagi.

Baca juga: BI: QRIS adalah salah satu "game changer" pemulihan ekonomi
Baca juga: Pemkot Pariaman-Bank Nagari resmikan Kampung QRIS pertama di Sumbar

Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PGRI Kota Tangerang gandeng BI kelola keuangan secara digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar