Palu (ANTARA News) - Ratusan rumah penduduk dan sejumlah sarana ibadah di sejumlah desa di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, hingga kini masih terendam banjir.

Selain itu, lebih 100 hektare areal kebun kakao, kelapa dan juga tambak ikan di Desa Sausu Piore, Kecamatan Sausu juga rusak diterjang banjir.

"Padahal, kakao dan tambak ikan air tawar dan bandeng milik warga setempat sudah siap panen," kata salah seorang staf kantor Balai Desa Sausu Piore, Latif Lagoro Sabtu.

Latif Laqoro memperkirakan kerugian masyarakat mencapai ratusan juta rupiah akibat banjir bandang yang menerjang beberapa desa di wilayah tersebut pada Rabu (21/7) pekan ini.

Pemkab Parimo, kata Latif Lagoro , telah menyalurkan berbagai bantuan makanan, peralatan dapur, dan pakaian serta tenda-tenda untuk menampung warga yang rumahnya rusak akibat bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan yang terletak pada jalur Trans Sulawesi itu.

"Pak Wabup Parimo, Samsurizal Tombolututu sehari setelah terjadnya banjir dan tanah longsor di wilayah itu langsung meninjau lokasi, dan memberikan bantuan kepada warga," kata dia.

Meski bantuan sudah ada, warga masih tetap membutuhkan uluran tangan dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov Sulteng) yang sampai saat ini belum memberikan bantuan.

Bencana alam banjir dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di Provinsi Sulawesi Tengah beberapa hari terakhir ini.

Wabup Parimo, Samsurizal Tombolututu sebelumnya mengatakan, ada tujuh rumah warga desa Gandasari, Kecamatan Sausu tertimbun longsor. Namun tidak ada korban jiwa dan luka-luka.

Selain itu, sedikitnya empat jembatan di desa Tolole, Kecamatan Ampibabo, Balinggi, Torue, dan Suli di Kecamatan Sausu putus total akibat terjangan banjir bandang.

Ia juga mengatakan, saat ini wilayah Kabupaten Parimo masih diguyur hujan lebat, dan dikhawatirkan kembali terjadi banjir dan tanah longsor.

Masyarakat diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di daerah lumbung beras terbesar di Sulteng cukup tinggi.

Menurut dia, intensitas curah hujan di wilayah Parimo dalam beberapa hari terakhir ini meningkat.

Banjir bandang juga mengakibatkan jalan desa sepanjang satu kilometer di Kecamatan Sausu putus. Ada satu SD di Kecamatan itu terpaksa diliburkan sementara, sebab akses jalan menuju sekolah terputus.

Instansi terkait, termasuk Dinas PU Kabupaten Parimo dan juga PU Provinsi saat ini sementara memperbaiki jalan dan jembatan yang putus diterjang banjir.

(BK03/A011/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010