Artisan IKM diharapkan ciptakan produk yang unik dan inovatif

Artisan IKM diharapkan ciptakan produk yang unik dan inovatif

Pengunjung memilih produk kerajinan tangan dalam Pameran IKM Bali Bangkit 2021 tahap 2 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Rabu (28/4/2021). Pameran Industri Kecil Menengah (IKM) yang digelar pada 27 April - 6 Juni 2021 tersebut untuk membangkitkan kembali perekonomian Bali selama masa pandemi COVID-19 dengan meningkatkan kreativitas IKM, membangkitkan produksi pasar di dalam dan luar negeri serta mengembangkan produk lokal. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) diharapkan dapat membuat produk yang unik dan inovatif agar karyanya dapat bersaing baik di pasar nasional maupun global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Gati Wibawaningsih mengatakan saat ini banyak produk karya anak bangsa yang diminati oleh masyarakat, mulai dari kategori fesyen, makanan-minuman hingga kebutuhan olahraga seperti sepeda.

Minat yang tinggi ini tentunya didukung dengan kualitas yang baik serta keunikan dari produk tersebut yang membuatnya beda dari yang lain. Hal inilah yang harus ditonjolkan oleh para pelaku atau artisan IKM.

Baca juga: Menperin ungkap peranan strategis perempuan dalam kemajuan IKM

"Itulah yang namanya kreativitas dan inovasi itu yang membuat produknya artisan ini laku, pasarnya itu terbuka luas. Sekarang tinggal artisan ini aja membuat produk yang unik yang kreatif supaya bisa memenuhi kebutuhan pasar," ujar Gati dalam webinar "Festival JogloSemar", Kamis.

Gati mengatakan para artisan diharapkan untuk selalu berani berinovasi dan melihat peluang di pasar, apalagi masyarakat tidak hanya menyukai satu atau dua produk pada kategori tertentu saja.

"Kalau saya lihat produk yang laku itu macam-macam ya karena artisan ini kan melekat dengan kreativitas dan inovasi daripada produk industri kreatif. Produknya tuh bisa apa saja saya lihat, ada fesyen, makanan, minuman-minuman dan bahkan sepeda," kata Gati.

Berdasarkan data tahun 2020, jumlah UMKM yang telah onboarding di marketplace sebanyak 3,8 juta UMKM, padahal targetnya hanya 2 juta UMKM. Oleh karena itu, target tahun 2021 pun dinaikkan menjadi 6,1 juta UMKM agar omset terus meningkat

"Kita lihat saja yang target 2 juta ternyata bisa 3 juta yang onboarding. Segmentasi pasar itu beda-beda tinggal bagaimana artisan mensuplay pasaran," ujar Gati.

Baca juga: Kemenperin dorong IKM tekstil gunakan bahan baku alam

Baca juga: Kemenperin sebut 4,4 juta IKM potensial jadi pasar startup

Baca juga: Menparekraf puji pelaksanaan pameran IKM Bali Bangkit

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah akan luncurkan kredit digital untuk UMKM pada Gernas BBI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar