Cara Masjid Raya Hasyim Asy'ari batasi jamaah Shalat Id

Cara Masjid Raya Hasyim Asy'ari batasi jamaah Shalat Id

Jamaah menggelar sajadah yang dibawa dari rumah di atas teras Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari saat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (13/5/2021). (ANTARA/Abdu Faisal)

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki dua cara membatasi jumlah jamaah Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah atau Shalat Id maksimal 2.500 orang pada Kamis.

Kepala Sekretariat Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Suprapto, mengatakan salah satu cara membatasi jamaah adalah dengan menggelar Shalat Id lebih cepat dari jadwal semula.

"Pelaksanaan kami menjadwalkan jam 07.00 WIB. Cuma karena kami melihat jamaah ternyata jam 06.00 WIB antusiasmenya membesar, jam 06.30 WIB terus bertambah. Kami berjaga supaya tidak terjadi penumpukan atau kerumunan, makanya kami memulai lebih cepat," ujar Suprapto saat ditemui usai pelaksanaan Shalat Id di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta, Kamis.

Suprapto mengatakan kapasitas maksimal masjid saat pelaksanaan Shalat Id sebanyak 2.500 orang itu sudah ditetapkan sejak jauh hari.

Namun pada waktu pelaksanaan ternyata antusias jamaah mengikuti Shalat Id sangat tinggi sehingga pengurus masjid langsung memutuskan agar Shalat Id dimulai lebih awal.

"Kalau kami menunggu sampai jam 07.00, takutnya jadi banyak yang datang hingga sampai melimpah ke luar. Bahkan nanti ada yang tidak bisa masuk, protokol kesehatan takutnya bisa dilanggar nanti," kata Suprapto.

Baca juga: Shalat Id di Masjid Raya Hasyim Asy'ari Jakbar terapkan prokes ketat
Baca juga: Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021
Kepala Sekretariat Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Suprapto saat ditemui wartawan usai pelaksanaan Shalat Id di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta, Kamis (13/5). (ANTARA/Abdu Faisal)
Selain itu, pengurus Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari juga menerapkan shaf berjarak lebih kurang 1,5 meter antara jamaah satu dengan yang lain.

Dengan menerapkan shaf renggang itu, daya tampung masjid pun berkurang dari 12.500 orang menjadi maksimal 5.000 orang.

Selanjutnya, pihak pengelola masjid tinggal berkoordinasi dengan Bintara Pembina Desa dan Satuan Polisi Pamong Praja mengenai pengaturan posisi duduk jamaah yang di dalam masjid.

"Total Babinsa dan Satpol PP yang membantu, jumlahnya sekitar lima orang," kata Suprapto.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Laporan dari Inggris - Suasana Shalat Idul Fitri di Inggris di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar