Volume sampah Lebaran di Jaksel diperkirakan melonjak 15 persen

Volume sampah Lebaran di Jaksel diperkirakan melonjak 15 persen

Pemulung memilah sampah yang masih bernilai di tempat pembuangan sampah sementara di kawasan Kalibata, Jakarta, Sabtu (17/4/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Karena tidak mudik, otomatis warga banyak cari tempat makan
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan memperkirakan volume sampah libur Lebaran melonjak 10 hingga 15 persen dari rata-rata normal per hari sebesar 1.500-1.600 ton.

"Untuk itu, Suku Dinas Lingkungan Hidup tidak meliburkan personel kebersihan," kata Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, ketika mendata pemudik di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu.

Bahkan, lanjut dia, petugas kebersihan tetap bekerja melaksanakan penanganan sampah 24 jam tiap hari yang dibagi beberapa jam kerja.

Isnawa menjelaskan prediksi kenaikan volume sampah itu disebabkan adanya larangan mudik sehingga kegiatan masyarakat banyak terkonsentrasi di dalam kota.

"Karena tidak mudik, otomatis warga banyak cari tempat makan, kafe, restoran, mal, warung makan," imbuhnya.

Baca juga: Jumlah sampah warga DKI Jakarta turun saat Lebaran

Oleh karena itu, lanjut dia, kondisi itu menghasilkan volume sampah dari kemasan-kemasan makanan dan minuman yang dikonsumsi selama libur Lebaran.

Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda ketika sebelum ada pandemi COVID-19 dan mudik masih menjadi kebiasaan rutin tahunan, volume sampah biasanya menurun drastis.

Isnawa memberikan contoh rata-rata volume sampah di DKI Jakarta per hari mencapai sekitar 7.000 ton.

Namun, imbuh dia, ketika hari H Lebaran, volume sampah di DKI Jakarta menurun menjadi 2.120 ton per hari karena warganya sebagian besar mudik.

"Bayangan saya (sampah) 1.500 ton per hari, kalau pulang mudik kisaran 300 ton. Itu hanya warga dalam kota, kantor tutup, aktivitas ekonomi tutup, mal sepi. Beda dengan sekarang, karena tidak ada mudik, mal, toko, warung tetap buka," katanya.

Baca juga: Sampah di Jakarta berkurang drastis selama lebaran

Isnawa melanjutkan selain tidak ada libur bagi petugas, antisipasi lain juga dilakukan untuk menangani potensi peningkatan volume sampah di antaranya menyiagakan kendaraan operasional.

Adapun kendaraan operasional itu di antaranya truk sampah, kendaraan penyapu keliling, gerobak motor yang semuanya disiapkan untuk antisipasi sampah.

"Alhamdulilah, tidak ada keluhan warga selama saya pantau libur Lebaran berkaitan masalah sampah," ujarnya.
 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar