PN Jakarta Timur gelar sidang kasus kerumunan Rizieq Shihab siang ini

PN Jakarta Timur gelar sidang kasus kerumunan Rizieq Shihab siang ini

Dokumentasi - Petugas kepolisian berada di dekat layar yang menampilkan suasana sidang lanjutan kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jakarta, Senin (19/4/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

akan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB
Jakarta (ANTARA) - Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang lanjutan Rizieq Shihab terkait perkara kerumunan di Petamburan dan Megamendung pada Senin siang ini.

Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengatakan agenda sidang kali ini  adalah keterangan  saksi ahli dari pihak terdakwa dan kuasa hukum.

Baca juga: Rizieq mengaku tidak tahu kewajiban karantina setelah dari luar negeri

"Sidang pemeriksaan saksi ahli epidemiologi dan ahli bahasa dari terdakwa dan kuasa hukum," kata Alex Adam Faisal saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Alex Adam Faisal menambahkan bahwa sidang lanjutan Rizieq Shihab kali ini akan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Pada sidang sebelumnya, tim kuasa hukum Rizieq Shihab meminta kepada majelis hakim untuk kembali menghadirkan saksi ahli, yaitu ahli bahasa untuk kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Baca juga: Hakim tunda sidang tuntutan kasus kerumunan Rizieq Shihab

Kehadiran saksi ahli bahasa itu, kata Rizieq Shihab, guna menjelaskan arti kata hasutan yang menjadi dakwaan jaksa pada pasal 160 KUHP kepada dirinya.

Rizieq Shihab menjadi terdakwa dalam kasus kerumunan di Petamburan dengan nomor perkara 221.

Sementara lima terdakwa lain untuk kasus serupa, yaitu Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi terdaftar di berkas perkara nomor 222.

Baca juga: Refly Harun dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab juga menjadi terdakwa tunggal untuk kasus kerumunan di Megamendung saat acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Agrikultural Markaz Syariah pada 13 November 2020 lalu dengan nomor perkara 226.

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar