Jakarta (ANTARA News) - Sugiono, satu dari dua korban ledakan petasan di Pergudangan Bisnis Pluit. RT 01/02, Kamalmuara, Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya meninggal dunia, Kamis (12/8), pukul 07.00 WIB.

Sugiono meninggal setelah menjalani perawatan selama berapa hari di Unit Luka Bakar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Penyebab meninggalnya korban, karena luka bakar yang dialaminya sangat luas dan dalam," ujar Aditya Wardhana, Penganggung Jawab Unit Luka Bakar RSCM yang juga bertindak sebagai dokter spesialis bedah plastik.

Menurut Aditya, kondisi Sugiono cukup parah karena mengalami luka bakar seluas 85 persen. "Muka, bagian belakang, tangan, kaki, habis semuanya terbakar hanya tersisa sedikit dibagian dada depan," katanya.

Siapa pun yang merawat, kemungkinan hidup Sugiono sangat tipis. RSCM sendiri menurut Aditya, telah berupaya sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa korban. Tapi Allah juga yang menentukan hasilnya.

"Siapapun yang merawatnya, kondisi korban sudah sangat sulit. Mengingat, tingkat kerusakan jaringan tubuh yang dialami korban sudah sangat fatal, di atas 30 persen," tambah Aditya.

Aditya juga mengatakan Sugiono sudah cukup lama di rawat ke RSCM sejak kejadian, sehingga saluran nafas sudah semakin menyempit. "Kejadian Selasa (10/8) jam 11.00 sampe di sini jam 8 malam," ujarnya.

Rawon Asmo, korban ledakan petasan lain yang juga tengah mengalami perawatan di Unit Luka Bakar RSCM kondisinya, juga mengenaskan. Kondisi luka bakarnya hanya sedikit di bawah Sugiono.

"Seperti Sugiono, luka bakar Rawon Asmo juga luas dan dalam, mencapai 55 persen," tambah Aditya.

Kondisi Rawon Asmo juga sangat memprihatinkan, harapan hidupnya cukup rendah. Sebab luka bakar yang dialaminya di atas 30 persen.
(T.ANT-136/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010