Ketua DPR RI dorong berbagai negara upayakan pemerataan vaksin

Ketua DPR RI dorong berbagai negara upayakan pemerataan vaksin

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pesan video dalam rangka sidang ke-142 Majelis Persatuan Antar-Parlemen (Inter-Parliamentary Union/IPU) yang akan diadakan, di Jenewa, Swiss pada 24-28 Mei 2021. (ANTARA/HO/DPR RI)

Solidaritas global menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong parlemen dari negara-negara yang tergabung dalam Majelis Persatuan Antar-Parlemen (Inter-Parliamentary Union/IPU) untuk aktif mengupayakan pemerataan ketersediaan vaksin di seluruh dunia.

"Solidaritas global menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil untuk mengatasi potensi memburuknya dampak pandemi COVID-19 di tengah peningkatan jumlah kasus di berbagai negara," kata Puan Maharani, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin.

Puan menyampaikan hal itu lewat pesan video dalam rangka sidang ke-142, Majelis Persatuan Antar-Parlemen (Inter-Parliamentary Union/IPU) yang akan diadakan di Jenewa, Swiss, pada 24-28 Mei 2021.

Dia menilai, kondisi dunia saat ini berada pada situasi genting terkait pandemi COVID-19, dan vaksinasi memang sudah dilakukan di sejumlah negara, namun distribusinya tidak merata.

"Parlemen negara anggota IPU bisa memainkan peran penting terkait hal ini. Parlemen negara anggota IPU mesti mendesak negara produsen vaksin untuk meningkatkan produksinya secara optimal," ujarnya.

Menurut dia, sudah saatnya mengedepankan solidaritas global dan negara-negara yang surplus persediaan vaksin harus didorong untuk membagi stok vaksin yang dimilikinya dengan negara lain.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut menilai, ketimpangan distribusi vaksin memang menjadi persoalan yang mengkhawatirkan.

"Negara tertentu, seperti Inggris dan Kanada, telah memesan vaksin dalam dosis yang jumlahnya beberapa kali lipat dibanding jumlah penduduk dewasanya. Di saat yang sama, banyak negara lain yang belum dapat mengakses vaksin hingga saat ini," katanya.

Padahal, menurut Puan, pandemi COVID-19 akan semakin sulit diatasi bila vaksinasi tidak merata di seluruh dunia sebagai jalan menuju kekebalan kelompok atau "herd immunity".

Dia menilai, kekhawatiran semakin bertambah karena meningkatnya dinamika penularan virus membuat kondisi tahun ini berpotensi lebih buruk dibanding 2020 sebagaimana diperingatkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Saatnya dunia bersatu. Kita berpacu dengan waktu untuk melakukan vaksinasi secara global di tengah ancaman kecepatan virus yang terus bermutasi," katanya pula.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai kontribusi dan pendanaan pada COVAX (Covid-19 Vaccines Global Access) Facility harus ditingkatkan.

Menurut dia, seluruh negara harus bekerjasama mengompensasi biaya yang dikeluarkan pengembang vaksin serta mendorong pengabaian hak paten atas vaksin demi memungkinkan dilakukannya produksi massal.
Baca juga: DPR ingatkan akses vaksin COVID-19 harus adil dan merata
Baca juga: Ketua DPR serukan dukungan internasional bantu Palestina atasi pandemi


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi X DPR setuju opsi PTM kecuali DKI Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar