Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menyiapkan berbagai asumsi dalam RAPBN 2011 yang akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010.

"Itu sudah (ditetapkan), sudah ada pembicaraan pendahuluan dengan DPR," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Agus Supriyanto usai mewakili Menkeu menghadiri rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan, pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi antara 6,1-6,4 persen, nilai tukar Rp9.100-9.400 per dolar AS, inflasi 4,9-5,3 persen, suku bunga SBI tiga bulan 6,2-6,5 persen, harga minyak 75-90 dolar AS per barel, dan lifting 0,967 juta liter per hari.

Agus mengatakan, asumsi-asumsi itu akan dibahas kembali di Badan Anggaran DPR dan Komisi XI DPR. "Akan dibahas lagi," katanya.

Ia menyebutkan, angka-angka asumsi itu masih dalam kisaran karena tidak mudah memastikan angka yang terjadi.

"Sulit memastikan akan sekian, sehingga kami ambil angka rangenya," katanya.

Ia mengatakan, angka-angka itu akan diperbaiki setelah mendapat masukan dari berbagai pihak terutama menteri dan eselon I.

Mengenai rupiah yang menguat, Agus mengatakan, pemerintah menggunakan angka rata-rata yang terjadi selama beberapa periode terakhir.

"Memang akhir-akhir ini menguat tapi sejak Januari - Juli rata-rata sekitar Rp9.149 - Rp9.150, jadi belum terlalu berubah dari range itu," katanya.
(A039/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010