Ekspor perikanan Kalsel tembus delapan negara

Ekspor perikanan Kalsel tembus delapan negara

Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Kalsel Birhasani (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Banjarmasin (ANTARA) - Pasar  ekspor sektor perikanan Kalimantan Selatan meluas dari sebelumnya hanya tiga negara kini menjadi delapan negara seiring meningkatnya produksi sektor ikan terutama udang dari beberapa daerah di provinsi ini.

Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Kalsel Birhasani di Banjarmasin Rabu mengatakan, pada Januari 2021 tujuan ekspor Kalsel hanya ke tiga negara yaitu China, Taiwan dan Korea dan Maret bertambah lima negara yaitu, Jepang, Vietnam, Hongkong, Inggris dan Italia.

Menurut Birhasani, ekspor komoditas perikanan Kalsel semakin menjanjikan, terbukti dalam setiap bulannya tersebut meningkat, diharapkan kondisi ini berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi Kalsel saat pandemi.

Berdasarkan data dinas perdagangan pada Januari 2021 nilai ekspor perikanan Kalsel sebesar 668.650 dolar AS dengan tujuan tiga negara.

Pada Maret, nilai ekspor meningkat tajam menjadi 1,84 juta dolar AS, dengan tujuan delapan negara dengan total produksi 261,1 ton.

Sementara itu pada Februari ekspor produk perikanan sebesar 190,7 ton dengan nilai 1,19 dolar AS dan Januari sebanyak  104,35 ton senilai 668.650 dolar AS.

Menurut Birhasani, ekspor hasil laut Kalsel di dominasi oleh komoditas udang yang berasal dari tiga kabupaten di Kalsel yaitu Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Selain udang, ekspor produk perikanan lainnya yaitu ikan tenggiri, ikan tongkol, kepiting bahkan ikan yang di ekspor ini juga meupakan ikan hidup, seperti arwana, ikan hias juga kepiting.

Guna mendukung peningkatan jumlah ekspor, pihaknya telah memberikan kemudahan perizinan bagi para eksportir, sesuai dengan aturan yang ditentukan.

Birhasani juga berharap, pelaku usaha sektor perikanan di Kalsel dapat meningkatkan hasil produksinya, dengan lebih kreatif membaca peluang pasar.

Selain itu, juga melakukan pengelolaan produk yang baik, agar bisa memperoleh kepercayaan pasar sehingga dapat bersaing dengan produk dari negara lainnya, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah Kalimantan Selatan.


Baca juga: Jatim ekspor produk perikanan senilai 14,4 juta dolar AS

Baca juga: 672 ton hasil perikanan Sumut diekspor dalam "Indonesia Satu Ekspor"

Baca juga: KKP apresiasi UMKM di Gorontalo ekspor kepiting bakau ke Singapura

 

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Friday Talk - Apa pentingnya sertifikasi TKDN? (bagian 1 dari 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar