Gerhana bulan total bakal melintasi langit Aceh pada 26 Mei

Gerhana bulan total bakal melintasi langit Aceh pada 26 Mei

lustrasi - Seorang santri melihat fenomena alam gerhana bulan di Desa Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (4/4). Fenomena yang dapat dilihat di seluruh Indonesia tersebut merupakan gerhana bulan dengan totalitas kurang dari 5 menit, dan akan terjadi lagi pada 11 September 2155. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/ed/ama/pri.

Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyatakan fenomena gerhana bulan total bakal melintasi langit Aceh pada Rabu (26/5) dan warga diimbau melakukan shalat khusuf.

"Gerhana bulan akan terjadi selama lebih kurang lima jam dua menit jika dihitung sejak terjadinya gerhana penumbra dan gerhana total," kata Kepala Kantor Kemeng Aceh Iqbal di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan gerhana bulan diperkirakan terjadi sejak pukul 15.47 WIB yang diawali dengan gerhana bulan penumbra.

Kemudian awal gerhana total akan terjadi pada pukul 18.11 WIB, dan puncaknya pada pukul 18.18 WIB, hingga berakhir pada pukul 18.25 WIB. Selanjutnya, akhir penumbra terjadi pada pukul 20.39 WIB.

"Berdasarkan informasi dari Tim Falakiyah Kemenag Aceh gerhana ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia," kata Iqbal.

Iqbal menyebutkan terjadinya gerhana bulan sebagai bukti atas kekuasaan Allah SWT. Untuk itu, selama gerhana bulan terjadi, umat Islam diimbau untuk melaksanakan ibadah shalat khusuf, memperbanyak zikir serta amal ibadah lainnya.

"Jangan kaitkan gerhana bulan dengan kematian, musibah atau hal buruk lainnya karena gerhana bulan merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah," katanya.

Kanwil Kemenag Aceh akan terus menyosialisasikan tentang proses terjadinya gerhana bulan serta tata cara ibadah shalat sunnah khusuf kepada masyarakat di daerah Serambi Mekkah itu.

"Shalat khusuf dapat dilaksanakan di masjid atau mushalla, kemudian dilanjutkan dengan sedikit khutbah pada saat gerhana terjadi, dianjurkan setelah shalat maghrib berjamaah," ujarnya.

Sementara itu, Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra mengatakan bersebab gerhana terjadi sebelum bulan terbit di sebelah timur, maka gerhana bulan dapat diamati secara langsung setelah matahari terbenam di seluruh Aceh, arah timur, dalam bentuk bulan sabit hingga penuh kembali hingga berbentuk bulan purnama.

"Masyarakat dapat memantau proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung ke arah timur ketika terbenam matahari," katanya.

Pihaknya akan melakukan pengamatan gerhana di lantai tiga gedung Kanwil Kemenag Aceh dengan menggunakan lima teleskop astronomi.

"Pengamatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, hanya petugas saja yang dapat hadir di lokasi. Sementara masyarakat dapat menyaksikannya melalui akun media sosial Kanwil Kemenag Aceh," katanya.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BST mulai dihentikan, JPS segera disalurkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar