Karimun, Kepri (ANTARA News) - Wakil Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Aunur Rafiq meminta petugas tak gentar dalam menjalankan tugas pengamanan perairan Indonesia pascapenangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh polisi Malaysia di Tanjung Berakit, Bintan Jumat (13/8).

"Kami meminta kepada petugas patroli laut tidak gentar pascapenangkapan tiga petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Polis Marine Malaysia," katanya usai pemberian remisi bagi 170 narapidana Rumah Tahanan Negara Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Rafiq mengimbau segenap petugas keamanan laut tetap bertugas menjaga setiap jengkal perairan NKRI dari tangan-tangan orang asing yang menjarah kekayaan laut dan aset negara.

'Sikap pantang menyerah dalam mengabdi merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasa pahlawan yang telah merebut kemerdekaan dari penjajah," katanya.

Terkait upaya memperkuat patroli pengamanan di laut, termasuk mencegah aksi penjarahan ikan oleh nelayan asing, dia mengatakan hal itu sepenuhnya diserahkan ke pemerintah pusat.

"Soal penambahan armada serta adanya wacana mempersenjatai petugas KKP sepenuhnya kita serahkan ke pusat, dalam hal ini Kementerian Politik Hukum dan Keamanan," ucapnya.

Dia mengakui sikap arogansi dan provokatif Malaysia dapat mengganggu stabilitas keamanan di Karimun yang berbatasan langsung dengan negeri jiran itu.

"Kami mengecam sikap arogan Malaysia. Sebagai negara serumpun, mereka seharusnya menghormati wilayah teritorial Indonesia," katanya.

Dia juga mengimbau segenap lapisan masyarakat agar sama-sama menjaga keutuhan NKRI dari rong-rongan pihak asing.

"`Kami juga meminta pusat meningkatkan armada kapal patroli mengingat Karimun berada di perbatasan," tambahnya.(*)

(ANT-028/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010