Beirut (ANTARA News/AFP) - Pengadilan militer Lebanon, Rabu, menuntut seorang kolonel karena menjadi mata-mata bagi Israel, menurut satu sumber. Dengan tuntutan itu maka jumlah prajurit aktif yang ditahan dengan tuduhan mata-mata berjumlah total empat orang.

"Hakim Sakr Sakr menuntut Kolonel Antoine Abu Jaoudeh menjadi mata-mata bagi musuh (Israel), dan bertemu dengan agen Mossad Israel di luar negeri dan memberikan kepada mereka informasi mengenai gerakan perlawanan (Hizbullah) dan militer dengan imbalan uang dari 2006 hingga penangkapannya" awal bulan ini, menurut sumber AFP.

Lebih dari 100 orang telah ditahan dengan dugaan sebagai mata-mata bagi Israel sejak April 2009, termasuk sejumlah anggota pasukan keamanan dan pegawai telekomunikasi.

Sebagian besar dari berkas tuntutan itu, menuduh para tersangka (membantu Israel mengidentifikasi target selama perang yang sangat merusak pada 2006 dengan kelompok Syiah Hizbullah.

Penangkapan paling penting terjadi awal bulan ini ketika Fayez Karam, seorang mantan jenderal militer dan anggota utama partai Kristen yang bersekutu dengan Hizbullah, dituduh dengan aktivitas mematai-matai serta menyediakan informasi mengenai Hizbullah bagi negara Yahudi itu.

Lima warga Lebanon telah dijatuhi hukuman mati karena menjadi mata-mata Mossad sejauh ini, termasuk dua orang yang dijatuhi hukuman mati Selasa lalu.

Lebanon dan Israel secara teknis masih dalam keadaan berperang, dan mata-mata yang terbukti terancam hukuman seumur hidup di penjara dengan kerja paksa atau hukuman mati jika terbukti mengakibatkan kematian warga Lebanon.(*)

(Uu.G003/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010