Gunung Kidul (ANTARA News) - Mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengembangkan teknologi distribusi air menggunakan pompa tenaga surya guna mengatasi kekeringan yang selalu melanda warga Dusun Banyumeneng, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami berharap teknologi terapan distribusi air bersumber pada tenaga surya yang telah dirintis mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini meskipun dalam skala kecil mampu secara maskimal dalam mengatasi kesulitan air bersih yang dihadapi warga," kata Dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN UGM, Ahmad Agus Setiyawan di Panggang, Minggu.

Dia mengatakan teknologi distribusi air bersumber pada tenaga surya atau `solar water pumping system? dengan cara meletakkan panel surya di perbukitan sekitar perkampungan warga dengan ketinggian 100 meter dari sumber air Kali Gede yang merupakan sumber air yang akan diditribusikan ke masyarakat Dusun Banyumeneng.

Pompa air bertenaga surya yang dipasang pada bak penampungan Kali Gede, Banyumeneng dihubungkan dengan pipa air yang terpasang menuju perkampungan dengan jarak 1,6 kilometer untuk kemudian ditampung dalam bak penampungan induk di permukiman warga baru kemudian ke rumah-rumah warga.

"Pompa yang bersumber energi dari tenaga surya dihubungkan dengan pipa ke rumah warga harus bekerja secara maksimal untuk mendistribusikan air menuju Dusun Banyumeneng I, II, dan III yang berjarak 1,6 kilometer dari pompa yang ditaruh di Kali Gede," katanya.

Dia mengatakan, proyek penditribusian air bertenaga surya yang termauk dalam kategori sederhana ini mulai dikerjakan sejak 2008 dan saat ini sudah dalam tahap penyelesaian.

"Pengerjaan proyek ini sudah kami lakukan sejak 2008 dan pada tahun ini sudah hampir selesai, semoga dalam waktu dekat dapat mengatasi persoalan klasik kekeringan yang dirasakan warga Dusun Banyumeneng saat kemarau," katanya.

Menurut dia, keberadaan pompa tenaga surya ini mampu mengatasi kekurangan air yang dialami oleh sekitar 50 kepala keluarga di Dusun Banyumeneng I, II, dan III.

Dia mengatakan, teknologi terapan mahasiswa UGM ini juga mendapat perhatian berbagai pihak di Indonesia yang kemudian tertarik untuk mengaplikasikan teknologi serupa di beberapa tempat lain bahkan ada warga asing yang sempat melakukan observasi ke lapangan.
(ANT160/H008)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010