Akademisi: Puan versus Ganjar "drama bunuh diri" palsu ala PDIP

Akademisi: Puan versus Ganjar "drama bunuh diri" palsu ala PDIP

Akademisi dari Unwira Kupang Mikhael Rajamuda Bataona. ANTARA/Bernadus Tokan

Peristiwa latarnya agak aneh karena sebelumnya Ganjar menemui Megawati untuk menyerahkan foto lukisan Mega bersama anak-anak.
Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Raja Muda Bataona menilai peristiwa Puan Maharani versus Ganjar Pranowo sebagai "drama bunuh diri" palsu ala PDI Perjuangan,

"Mengapa? Karena dalam rimba raya politik tidak ada peristiwa politik yang terjadi tanpa intensi," kata dosen Investigatif News dan Jurnalisme Konflik pada FISIP Unwira Kupang Mikhael Raja Muda Bataona di Kupang, Selasa.

Menurut dia, antara pernyataan politik dari Puan Maharani dan Bambang Pacul, kemudian isi (content) pernyataan mereka harus didekonstruksi untuk mendapatkan makna-makna terdalam di baliknya.

Secara akal sehat saja, lanjut dia, peristiwa latarnya agak aneh karena sebelumnya Ganjar menemui Megawati untuk menyerahkan foto lukisan Mega bersama anak-anak. Bahkan, Ganjar berfoto bersama Megawati, kemudian dibagikan di instragramnya.

"Hanya dalam hitungan hari Ganjar justru 'diserang' oleh Puan dan Bambang Pacul dengan pernyataan-pernyataan yang sangat beringas, seperti 'sudah kelewatan' dan 'sok pintar'," katanya.

Baca juga: Pengamat: PDIP mestinya tak melihat Ganjar sebagai ancaman bagi Puan

Selanjutnya, Ganjar juga tidak diundang dalam hajatan partai di rumahnya sendiri, Jawa Tengah.

"Itu tidak mungkin dibuat tanpa koordinasi di antara mereka. Artinya, kasus ini hanya drama politik yang disengaja atau sebuah 'drama bunuh diri' palsu ala PDIP untuk menaikkan popularitas PDIP dan dua tokoh yang paling berpeluang direkomendasikan Megawati dalam Pilpres 2024, yaitu Ganjar dan Puan ini," katanya.

Mikhael Raja Muda Bataona menekankan, "Jadi, ini bukan benar-benar bunuh diri, melainkan bunuh diri palsu untuk menaikkan perhatian publik dalam rangka popularitas dan elektabilitas tokoh-tokoh PDIP," katanya.

Ia beranggapan bahwa PDIP ingin mendapat dua keuntungan sekaligus, yaitu kembali mendominasi wacana tokoh soal pilpres yang sempat beralih ke Anis Baswedan dan Prabowo, juga menaikkan popularitas Puan.

Dengan drama ini, Puan akan menjadi tokoh utama dalam wacana di ruang-ruang publik, entah fisik maupun virtual.

"Setelah disurvei seperti apa elektabilitasnya di akhir drama ini," ujarnya.

Jika mereka akhirnya justru akrab dan solid, kata dia, citra Puan akan otomatis pulih ke arah positif karena masih 3 tahun menuju pilpres. Dengan demikian, tugas DPP PDIP adalah menaikkan popularitas dan elektabilitas Puan.

Baca juga: Ganjar Pranowo enggan komentari polemik dengan PDI Perjuangan

Ia menyebutkan salah satu cara mengerek itu adalah sengaja membenturkannya dengan Ganjar.

"Itulah trik bunuh diri palsu dalam politik. Inilah momentumnya, yaitu sengaja dikonfrontasikan dengan Ganjar dalam acara yang diselenggarakan di Jateng," katanya.

Secara politis, kata Mikhael Raja Muda Bataona, bentrokan politik ini risikonya sangat rendah bagi PDIP sebab Ganjar dan Puan adalah tokoh kunci di PDIP selain Megawati dan Jokowi.

Apalagi, Ganjar juga paham bahwa dirinya adalah kader dan secara ideologis wajib menjaga soliditas partai.

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PDIP Bali tabur bunga ke laut untuk 53 awak KRI Nanggala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar