Ganjar usul ORI lakukan OTT pelayanan publik di Jateng

Ganjar usul ORI lakukan OTT pelayanan publik di Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia Bobby Hamzar Rafinus. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng.

Semarang (ANTARA) -
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait pelayanan publik di provinsi ini.

"Saya mengusulkan ada OTT pelayanan publik, jadi semua yang 'ngeyel' (ingin menang sendiri) dan 'ndableg' ( sesuka hati) itu ditangkap sama ORI. Penangkapannya tentu tidak seperti OTT KPK artinya ORI bisa datang, memeriksa, dan mengevaluasi karena punya hak," katanya di Semarang, Jumat.

Menurut Ganjar, adanya OTT pelayanan publik itu bisa menjadi pemicu setiap daerah dan pejabat publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baca juga: Pemprov Jateng terima 27.808 usulan warga pada Musrenbang 2022

"Satu yang penting adalah kabupaten/kota harus meningkatkan pelayanan publik, komitmennya mesti dilaksanakan. ASN dan kepala daerah seperti saya ini kan yang bayar rakyat, kalau kami melaksanakan (pelayanan) buruk ya ORI harus bertindak. Kita dukung penuh ORI," ujarnya usai menerima Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia Bobby Hamzar Rafinus di rumah dinas gubernur.

Dalam pertemuan yang berlangsung cukup lama tersebut banyak diskusi yang dilakukan, termasuk koreksi-koreksi terkait pelayanan publik dari ORI untuk Pemprov Jateng.

Ganjar menyebutkan pelayanan publik wajib hukumnya bagi pejabat publik, ASN, maupun kepala daerah sehingga semua harus taat dengan aturan dan memiliki inovasi-inovasi.

Baca juga: Gubernur Gorontalo belajar pengadaan barang jasa ke Ganjar Pranowo

Ganjar berpesan kepada kepala daerah dan seluruh ASN di Jateng agar tidak takut dengan hal itu karena keberadaan ORI dengan tugas dan tanggung jawabnya  untuk memberikan jaminan serta perbaikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat.

"Teman-teman tidak usah takut, kalau kita diskusikan bisa untuk memperbaiki. Umpama, layanan jangan manual terus maka saya bilang gunakan medsos untuk melayani publik bukan untuk hoaks sehingga pelayanan bisa lebih cepat. Ini cara yang bisa dipakai untuk melakukan itu," katanya.

Wakil Ombudsman Republik Indonesia Bobby Hamzar Rafinus mengatakan apa yang disampaikan Ganjar terkait OTT pelayanan publik merupakan salah satu ide yang bagus dan akan dibahas lebih lanjut pada tingkat pimpinan di ORI.

Baca juga: Dubes India siap promosikan Kawasan Industri Batang

"Ada beberapa ide dari Gubernur, istilah beliau itu OTT pelayanan publik. Kami akan bahas dengan pimpinan karena memang sebagai pimpinan baru kami sedang mengembangkan inovasi-inovasi. Laporan masyarakat semakin hari semakin banyak dan dituntut untuk cepat penyelesain," ujarnya.

Terkait upaya penyelesaian laporan masyarakat, katanya, ORI sendiri sudah banyak melakukan inovasi.

Salah satunya adalah menerima dan verifikasi laporan secara "on the spot" sebab melalui cara tersebut sudah banyak laporan yang berhasil diselesaikan.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar