Jakarta (ANTARA News) - Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia Suhardiman menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menunjukkan bobot kepemimpinan nasionalnya terutama dalam menghadapi persoalan dengan Malaysia.

"Presiden SBY harus menunjukkan kepemimpinan nasionalnya dalam memimpin bangsa dan negara, khususnya dalam menghadapi persoalan dengan Malaysia," kata pendiri SOKSI Suhardiman usai buka bersama pengurus SOKSI di Jakarta, Senin.

Menurut Suhardiman dalam persoalan harkat dan martabat bangsa Presiden SBY harus bisa bersikap tegas karena rakyat sudah lama menunggu sikap tegas Presiden terutama menghadapi Malaysia yang sering memandang rendah Indonesia.

"Untuk persoalan yang begitu mendasar maka tindakan yang harus dilakukan ada sikap tegas. Persoalan saat ini dengan Malaysia adalah puncak konflik," kata Suhardiman.

Suhardiman mengaku sebagai mantan perwira TNI ada prinsip "Dibunuh atau membunuh" dan dalam kaitan dengan martabat bangsa ini maka prinsip itu jika perlu diberlakukan.

Ketika ditanyakan kenapa Presiden SBY yang juga mantan petinggi militer tidak bisa bersikap tegas, Suhardiman mengatakan hal itu sudah menjadi pembawaannya.

"Mungkin gaya kepemimpinan Presiden SBY demikian. Itu tak bisa diubah, yang bisa mengubah hanya dirinya sendiri," kata Suhardiman.

Lebih lanjut Suhardiman mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar sehingga tak boleh diremehkan oleh negara manapun.

"Dulu jaman Bung Karno saja berani dan mampu kenapa sekarang tak bisa. Jangan mengalah," kata Suhardiman yang masih tetap bersemangat.

Lily menilai selama ini, Pemerintah Indonesia terlalu lamban dan tidak tegas dalam berdiplomasi sehingga seringkali dimanfaatkan oleh Malaysia dalam membina hubungan antarnegara.

"Kita sepertinya tidak tegas dan lamban, hasilnya Malaysia yang arogan dan berani. Kalau seperti ini terus ya bisa hilang pulau-pulau terluar kita," katanya. (J004/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010