Penerima vaksin lengkap warga Indonesia bertambah 138.684 jiwa

Penerima vaksin lengkap warga Indonesia bertambah 138.684 jiwa

Petugas medis menyuntikan vaksinasi kepada salah satu karyawan PT Mayora Indah Jayanti I pada program vaksinasi gotong royong di Tangerang (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap bertambah 138.684 jiwa hingga Rabu, pukul 12.00 WIB.

Dengan penambahan itu maka total yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 menjadi sebanyak 10.852.984 jiwa, demikian data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta.

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama yang tercatat hari ini sebanyak 171.682 jiwa. Dengan tambahan tersebut, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 16.766.263 jiwa.

Baca juga: Pemerintah perluas sasaran vaksinasi hingga kelompok disabilitas

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 41,55 persen dari total 40.349.049 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 tahap I dan II. Warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru meliputi 26,89 persen dari total sasaran vaksinasi tahap I dan II.

Pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta warga atau 70 persen dari populasi dalam upaya mewujudkan kekebalan komunal terhadap COVID-19.

Guna mempercepat pencapaian target tersebut, pemerintah berupaya memperbanyak dan meningkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong keluarga-keluarga yang masih memiliki anggota keluarga dengan umur lanjut usia (lansia) untuk bisa mendaftarkan diri dan ikut menerima vaksin COVID-19.

Hal ini berkaca dari masih banyaknya masyarakat yang terkategori lansia dan masih terbilang sedikit dalam penerimaan vaksin COVID-19.

"Kalau disuruh cepat-cepatan disuruh vaksin, yang muda tentu lebih cepat dari yang tua. Mereka kesulitan. Jadi bagi keluarga yang masih punya ayah, ibu, tante, hingga paman yang usianya lansia diajak (untuk terima vaksin COVID-19). Tolong jelaskan ke mereka, kalau mereka terkena (COVID-19) kemungkinan wafatnya lebih besar dibanding anak muda yang memiliki kemungkinan sembuh yang sangat besar," kata Budi.

Baca juga: Menkes minta Pemkot Tangsel sediakan lokasi vaksinasi permanen
Baca juga: Dinsos Lampung mulai data ODGJ untuk peroleh vaksinasi COVID-19
Baca juga: Menkes dorong terus keluarga dukung lansia ikut vaksinasi COVID-19


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Migran Indonesia di Kuala Lumpur jalani vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar