Pengendalian dan vaksinasi COVID-19 baik jelang pembukaan wisata Bali

Pengendalian dan vaksinasi COVID-19 baik jelang pembukaan wisata Bali

Dokumentasi. Tanah Lot, Tabanan ((FOTO Antara News Bali/Pande Yudha/2020))

Dengan standar dan kualitas yang tinggi membuat suatu wilayah itu lebih terlindungi
Jakarta (ANTARA) - Epidemiolog menilai pengendalian COVID-19 dan progres vaksinasi di Bali berjalan cukup baik menjelang pembukaan pariwisata di Pulau Dewata secara penuh termasuk untuk wisatawan mancanegara.

Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan protokol kesehatan di tingkat masyarakat, pengendalian oleh pemerintah, dan progres vaksinasi harus terus diterapkan agar bisa menekan angka kasus COVID-19 serendah mungkin dan industri pariwisata di Bali bisa kembali pulih.

Per hari ini, data Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus konfirmasi positif di Bali mencapai 51 orang, 75 orang sembuh, dan 3 orang meninggal dunia. Selain itu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan saat ini hampir 50 persen dari total penduduk Bali yang berjumlah 4,32 juta jiwa sudah divaksinasi.

"Menurut saya itu hal yang baik. Tapi kita ingin pengendalian pada titik serendah mungkin. Apakah 51 (kasus positif) itu cukup rendah, mungkin iya," kata Masdalina yang merupakan Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI).

Masdalina mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak serta menghindari kerumunan harus diterapkan secara ketat oleh wisatawan. Dia menekankan penerapan protokol kesehatan 3M bukan hanya sekadar imbauan, akan tetapi tetap ada pengawasan.

Menurutnya, pengendalian antara kesehatan dan ekonomi pariwisata di Bali harus berjalan beriringan. Dia menyarankan agar perekonomian yang dibuka adalah industri pariwisata yang sesuai dengan standar.

Dia menyebut tidak perlu menetapkan tarif atau biaya berwisata yang murah untuk mengejar target kunjungan wisatawan, namun sebaliknya membuka akses bagi wisatawan yang berpotensi besar terhadap peningkatan perekonomian di Bali.

"Dengan standar dan kualitas yang tinggi membuat suatu wilayah itu lebih terlindungi," kata Masdalina.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membuka pariwisata Bali secara penuh termasuk untuk wisatawan mancanegara mulai Juli 2021. Untuk mempersiapkan hal tersebut, pemerintah menggenjot vaksinasi kepada para pelaku pariwisata di Bali hingga 70 persen dari populasi penduduk.

Baca juga: Epidemiolog: Saring ketat wisman yang berwisata ke Bali
Baca juga: Menteri Desa izinkan buka Desa Wisata di Bali
Baca juga: Kemenko Marves: Nusa Dua jadi proyek percontohan "work from Bali"

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden Jokowi tinjau infrastruktur akses lokasi KTT G20 di Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar