Laporan dari Kuala Lumpur

Pekerja WNI manfaatkan "foodbank" Menteri Agama Malaysia

Pekerja WNI manfaatkan "foodbank" Menteri Agama Malaysia

Sejumlah pekerja warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia turut memanfaatkan barang-barang yang disediakan secara gratis dalam rak "foodbank" di kedai eceran YADIMart yang didirikan Menteri Agama Malaysia Datuk Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri.  (ANTARA Foto/Ho-Razif).

Walaupun baru dua bulan lebih beroperasi, saya tidak menyangka sambutan dan keuntungannya kian meningkat setiap bulan
Kuala Lumpur (ANTARA) - Sejumlah pekerja warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia turut memanfaatkan barang-barang yang disediakan secara gratis dalam rak "foodbank" di kedai eceran YADIMart yang didirikan Menteri Agama Malaysia  Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri.

"Hari ini kebetulan ramai saudara kita tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengambil barang di rak usai staf YADIMart mengisi kembali rak yang sudah hampir berkurang barangnya," ujar Zulkifli melalui akun media sosialnya, Rabu.

Dia bercerita berkali-kali seorang wanita mengucapkan terima kasih sambil mengambil beras, minyak goreng dan beberapa barang lainnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Malaysia turun 20 persen
Baca juga: Malaysia targetkan kekebalan kelompok Agustus 2021


"Nampak riak wajah yang terharu dan gembira. Bergenang air matanya. Walaupun ucapan yang ringkas namun ia sangat melapangkan hati saya," kata mantan mufti Wilayah Persekutuan tersebut.

Zulkifli melalui lembaganya merintis kedai eceran YADIMart di daerah Sri Kembangan Negara Bagian Selangor dua bulan lalu dan salah satu rak di kedai tersebut menyediakan barang-barang kebutuhan pokok gratis bagi yang memerlukan.

"Walaupun baru dua bulan lebih beroperasi, saya tidak menyangka sambutan dan keuntungannya kian meningkat setiap bulan," katanya.
Rak "foodbank" di kedai eceran YADIMart yang didirikan Menteri Agama Malaysia Datuk Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri. ANTARA Foto/Ho-Razif


Dirinya yakin dengan harga produk yang kompetitif, barang-barang kebutuhan segar setiap hari, pemasaran yang bijak dan layanan pelanggan yang baik menjadi elemen penting pengelolaan kedai eceran.

"Satu rak kami sediakan gratis untuk siapa saja yang memerlukan bantuan. Tanpa memandang bangsa, agama dan warna kulit. Ambillah sebanyak diperlukan dan sisakan juga untuk mereka yang lain. Saya doakan penerima manfaat di sini akan menyumbang pula di rak yang sama satu hari nanti," katanya.

Dia mengatakan pada musim pandemi ini banyak yang hidup dalam kesusahan dan kesempitan karena itu dirinya berpesan kepada pihak pengelola untuk memastikan rak "foodbank" ini senantiasa terisi.

"Saya yakin di samping mengejar keuntungan, jangan lupa nilai barakah dalam perniagaan. Kami hanya menyediakan satu rak "foodbank" tetapi insya-Allah kita mendapat 1001 doa yang berharga dari semua penerima manfaat," katanya.

Beberapa waktu lalu Menteri Agama Malaysia  Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri juga hadir pada deklarasi Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) di Malaysia di gedung World Trade Center (WTC), Kuala Lumpur.

Saat ini sejumlah organisasi yang tergabung dalam wadah AOMI juga turut mendistribusikan bantuan logistik dari KBRI Kuala Lumpur untuk para pekerja terdampak "total lockdown" atau pembatasan pergerakan penuh di Malaysia mulai 7 hingga 24 Juni 2021.

Baca juga: KJRI Kuching bebaskan WNI dari agen judi daring Malaysia
Baca juga: PM Malaysia umumkan Rencana Pemulihan Negara

 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kalbar upayakan impor oksigen dari Malaysia berjalan lancar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar