Saham China ditutup "rebound" dari kerugian 3 hari beruntun

Saham China ditutup "rebound" dari kerugian 3 hari beruntun

Ilustrasi - Seorang investor berjalan melewati layar yang memperlihatkan informasi saham di sebuah rumah pialang di Shanghai, China, Senin (6/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/aa

Shanghai (ANTARA) - Saham China naik pada hari Kamis setelah tiga hari perdagangan berturut-turut turun, karena data output pabrik yang lemah meredakan kekhawatiran pengetatan kebijakan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu, sementara perusahaan teknologi bersinar di tengah laporan dorongan untuk pengembangan chip.

Indeks saham unggulan CSI300 naik 0,4 persen menjadi 5.101,89, sedangkan Indeks Komposit Shanghai naik 0,2 persen menjadi 3.525,60.

Indeks pada papan pengembangan ChiNext naik 2 persen, sementara Indeks STAR50 yang berfokus pada teknologi Shanghai menguat 4,8 persen.

Kenaikan terjadi setelah penurunan tiga hari berturut-turut, dengan CSI300 mengalami penurunan terbesar dalam dua bulan pada hari Rabu lalu.

Pertumbuhan output pabrik China melambat untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Mei, kemungkinan terbebani oleh gangguan yang disebabkan oleh wabah COVID-19 di pusat ekspor di selatan negara itu, Guangdong.

Bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), pada hari Rabu mulai menutup pintu pada kebijakan moneter yang didorong oleh pandemi karena para pejabat memproyeksikan jadwal yang dipercepat untuk kenaikan suku bunga.

Baca juga: Saham China dibuka rugi lagi, Indeks Shanghai turun 0,28 persen

Perusahaan teknologi, khususnya perusahaan semikonduktor, bersinar setelah laporan kebijakan terbaru Beijing untuk mendorong pengembangan chip.

CSI semua saham indeks semikonduktor & peralatan semikonduktor melonjak 8,6 persen, dengan pembuat chip terkemuka Semiconductor International Manufacturing Corp berakhir naik 7,5 persen di Shanghai.

Wakil Perdana Menteri Liu He, tsar ekonomi China, telah ditunjuk untuk mempelopori pengembangan yang disebut produksi chip generasi ketiga dan memimpin perumusan dukungan kebijakan untuk teknologi tersebut, Bloomberg News melaporkan.

Meskipun kekhawatiran atas valuasi domestik tetap menjadi titik fokus bagi investor.

"Akar penyebab koreksi baru-baru ini adalah valuasi yang tinggi, karena banyak investor institusional China beralih dari saham mahal untuk mempersiapkan peringkat akhir tahun," kata Dong Baozhen, ketua dana sekuritas swasta yang berbasis di Beijing, Lingtong Shengtai Investment Management.

"Ada ko-eksistensi valuasi yang sangat tinggi dan valuasi yang sangat rendah di pasar saham-A, yang perlu dikoreksi," katanya.

Baca juga: Saham Eropa tergelincir dari rekor tertinggi, tertekan kejutan The Fed

 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar